KETAPANG – Perbincangan mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat setelah paket makanan yang diterima peserta didik di wilayah Sandai menuai kritik luas. Bukan tanpa alasan, sajian yang dibagikan tidak menyertakan nasi sehingga memicu tanda tanya publik mengenai standar pemenuhan gizi dalam program tersebut.
Gambar kotak makanan yang tersebar di media sosial menunjukkan isi berupa kentang goreng dalam jumlah terbatas, telur kukus, tumisan sayuran, kacang tanah, serta potongan buah. Komposisi itu dinilai sebagian masyarakat terlalu sederhana untuk ukuran program bantuan gizi berskala besar.
Kepala Program MBG regional Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, membenarkan distribusi menu tersebut terjadi pada Jumat (13/02/2026). Ia menilai keputusan penyaluran tetap dilakukan meski bahan tidak lengkap sebagai kekeliruan serius dalam pengelolaan dapur.
“Standar menu sudah diatur. Ketika komponen utama tidak tersedia, seharusnya penyaluran dihentikan sementara, bukan tetap diberikan dalam kondisi kurang layak,” ujarnya saat dimintai keterangan Selasa (17/02/2026).
Ia menjelaskan kendala bahan baku memang sempat terjadi di tingkat penyedia. Namun mekanisme pengawasan semestinya mampu mencegah menu yang tidak memenuhi ketentuan sampai ke penerima manfaat. “Pengawasan berlapis itu ada mulai dari penanggung jawab dapur, tenaga gizi, hingga pencatatan administrasi. Jika semua berjalan, kejadian ini mestinya tidak muncul,” katanya.
Dapur MBG di Sandai melayani lebih dari tiga ribu penerima dari berbagai jenjang sekolah. Saat ini, koordinasi dengan pihak terkait tengah dilakukan untuk menentukan langkah pembinaan maupun sanksi terhadap pengelola yang dinilai lalai.
Agus menegaskan peristiwa tersebut menjadi bahan koreksi menyeluruh bagi pelaksanaan program. “Kami ingin memastikan kualitas makanan sesuai tujuan awal program, sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” tuturnya.
Kasus ini memperlihatkan bahwa keberhasilan program gizi tidak hanya ditentukan oleh jumlah penerima, tetapi juga konsistensi mutu makanan yang diberikan setiap hari. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan