BERAU – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan Berau menekankan agar sekolah tidak hanya fokus pada pelajaran akademik, tetapi juga menjadikan momen Ramadan sebagai ajang pembelajaran nilai-nilai kehidupan bagi siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan bahwa kalender pendidikan telah disesuaikan untuk menyambut Ramadan. “Kami melakukan penyesuaian jam belajar dan libur di awal serta akhir Ramadan, agar siswa tetap bisa mengikuti kegiatan belajar tanpa mengganggu ibadah puasa mereka,” ujarnya kepada awak media, Kamis (19/02/2026).
Tidak hanya itu, kegiatan keagamaan menjadi prioritas utama. “Sekolah direncanakan untuk mengadakan berbagai aktivitas, mulai dari pesantren kilat, ceramah, pengajian bersama, hingga edukasi makna Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. Ini agar siswa benar-benar merasakan hikmah Ramadan, tidak sekadar menahan lapar dan haus,” kata Mardiatul.
Selain pembelajaran keagamaan, Dinas Pendidikan mendorong sekolah menggelar kegiatan sosial yang melibatkan siswa secara langsung. “Kami ingin siswa aktif berbagi, mulai dari membagikan takjil, memberikan santunan, hingga ikut serta dalam aksi sosial di lingkungan mereka. Ini cara membangun empati sekaligus menanamkan semangat berbagi sejak dini,” tambahnya.
Mardiatul menegaskan, rangkaian kegiatan ini diharapkan bisa membentuk karakter siswa. “Bulan Ramadan bukan hanya soal ibadah, tapi juga kesempatan bagi sekolah menciptakan suasana belajar yang inspiratif, relevan, dan penuh nilai kehidupan,” tutupnya.
Dengan pendekatan ini, Dinas Pendidikan Berau berharap Ramadan menjadi momen bagi siswa untuk mengembangkan kepedulian sosial, memperkuat keimanan, dan memperkaya pengalaman belajar di luar kelas, sehingga pendidikan tidak hanya tentang akademik tetapi juga pembentukan karakter. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan