NUNUKAN – Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Nunukan bergerak cepat memastikan ketersediaan sembako dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Kamis (19/02/2026), Sekretaris Daerah Nunukan memimpin rapat koordinasi bersama para asisten dan kepala OPD terkait, membahas strategi menjaga distribusi bahan pokok hingga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Hadir pula Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perhubungan, Dinas Ketahanan Pangan, DKUKMPP, serta Satpol PP.
Dior R. Frames, Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP, menegaskan bahwa stok sembako di Kabupaten Nunukan saat ini aman. “Distribusi beras sudah kembali lancar setelah kapal KM Thalia selesai docking hampir tiga minggu. Jalur logistik kini normal, sehingga pasokan kebutuhan pokok tidak terganggu,” ungkap Dior.
Selain beras, pasokan ayam potong dan telur dipastikan mencukupi dari produksi lokal dan suplai Sulawesi. Sementara itu, cabai merah dan cabai rawit diperkirakan akan naik harga menjelang Lebaran karena permintaan meningkat.
Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi, pemerintah daerah mendorong pedagang pasar menambah volume pemesanan barang, sementara produsen lokal dan pemasok daerah diharapkan menjaga pasokan tetap stabil.
Demi membantu masyarakat, Pemkab Nunukan juga kembali menggelar pasar murah. Minyak goreng merek Viola dijual Rp18.000 per 800 ml dan Rp36.000 per 1.800 ml. Pasar murah akan dilanjutkan Sabtu mendatang di Pasar Perbatasan Nunukan Selatan, dan berlangsung di Sebuku, Sembakung, dan Lumbis pada 23–27 Februari.
Selain itu, Pemkab menyiapkan lokasi Pasar Ramadan di sejumlah titik strategis, seperti Alun-Alun, Blok 3, dan UKM Center, agar masyarakat berbelanja lebih nyaman. Pemerintah berharap langkah-langkah ini dapat menjaga stabilitas harga, kelancaran distribusi, dan kenyamanan warga hingga Idulfitri. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan