Syiar Islam Semarak di Perbatasan Nunukan

NUNUKAN — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XX tingkat Kecamatan Sebatik resmi dibuka pada Jumat (12/02/2026). Pembukaan dilakukan Camat Sebatik, Wahyuddin, yang mewakili Bupati Nunukan, ditandai dengan suasana religius yang dipadati ratusan peserta dari empat desa.

Sejak sore, masyarakat memenuhi arena utama di Desa Tanjung Karang. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema bersamaan dengan takbir yang menambah kekhidmatan acara. Tokoh agama, unsur Forkopimcam, serta warga lintas desa hadir menyaksikan dimulainya syiar Islam tahunan tersebut.

Wahyuddin menegaskan MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an. “Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat di Sebatik,” ujarnya dalam sambutan pembukaan, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Memasuki hari pertama, berbagai cabang lomba langsung digelar, mulai dari tilawah anak hingga dewasa, tartil, kaligrafi, sampai karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Antusiasme peserta tampak di setiap venue, menunjukkan semangat pembinaan generasi Qurani di wilayah perbatasan.

Koordinator kaligrafi, Ebit Asmawi, mengungkapkan jumlah peserta cabang tersebut mencapai puluhan orang dalam beberapa kategori. “Perlombaan dimulai pukul 08.00 Wita setelah peserta menerima pengarahan teknis agar penilaian berlangsung tertib dan objektif,” jelasnya.

Penilaian dilakukan dua juri berpengalaman, Saliza Safrina dan Yulianti, alumni Pusat Studi Kaligrafi LEMKA Sukabumi. Keduanya menilai karya dari ketepatan kaidah, komposisi, hingga kekuatan artistik. Sepanjang lomba, peserta terlihat fokus menorehkan pena dan kuas dalam suasana tenang dan religius.

Panitia berharap MTQ berjalan lancar dan melahirkan kafilah terbaik menuju MTQ tingkat kabupaten tahun 2026. “Kami ingin kegiatan ini memberi dampak nyata bagi pembinaan generasi muda yang mencintai Al-Qur’an,” ujar salah satu panitia.

MTQ ke-XX Sebatik pun dipandang bukan hanya ajang kompetisi, melainkan momentum memperkuat nilai spiritual dan persatuan masyarakat di tengah dinamika kehidupan sosial. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com