Teras UMKM Paser Tumbuhkan Kreativitas Anggota

PASER – Komunitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pelaku ekonomi kreatif. Hadirnya komunitas UMKM mampu memberikan peluang dan akses agar masyarakat dapat terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif. Hal inilah yang mendorong Eka Dian, yang akrab disapa Kak Echa, mendirikan komunitas Teras UMKM di Kabupaten Paser.

Menurut Echa, berdirinya komunitas ini dilatarbelakangi badai pandemi COVID-19 yang sempat melumpuhkan banyak usaha mikro di wilayah tersebut. “Pendirian Teras UMKM ini berawal dari keprihatinan terhadap teman-teman yang kena PHK. Kemudian juga berdampak pada pelaku UMKM itu sendiri,” ujarnya saat ditemui di salah satu kafe di Tanah Grogot, Sabtu (21/02/2026).

Echa melihat banyak pengusaha mikro dan menengah yang terpaksa gulung tikar karena aturan pemerintah yang ketat. Meskipun pemerintah telah menyalurkan beberapa bantuan dan insentif, hal itu masih belum mampu mengatasi kemerosotan ekonomi selama pandemi.

“Di tahun 2020 aku sama beberapa teman coba-coba buat kolaborasi bikin jualan. Waktu itu kami jualannya Sabtu-Minggu di depan hutan kota Tanah Grogot. Terus lama kelamaan banyak yang mau ikut, akhirnya kita buat gerakan namanya Ngampar UMKM. Itu masih jualan Sabtu-Minggu di hutan kota,” jelas Echa.

Berawal dari gerakan Ngampar UMKM, Echa dan beberapa pengusaha mikro membentuk komunitas UMKM secara resmi pada 6 Oktober 2022. “Singkat cerita akhirnya 6 Oktober 2022 kita bentuk Teras UMKM ini, dengan tujuan semoga bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kembali geliat UMKM di Paser,” imbuhnya.

Melihat manfaat yang semakin luas, Echa kemudian membentuk kepengurusan resmi dan melegalkan komunitas melalui akta notaris. Kini, setelah lima tahun berdiri, Teras UMKM terus menunjukkan komitmennya sebagai mitra pemerintah dalam pemberdayaan pelaku UMKM. Komunitas ini rutin mengadakan pelatihan peningkatan SDM bagi pengurus maupun anggota, termasuk promosi produk, foto produk, pemanfaatan WhatsApp bisnis, hingga pelatihan produk perikanan. Selain itu, setiap Minggu digelar Car Free Day di hutan kota Tanah Grogot.

“Sampai saat ini kami sudah memiliki 210 anggota yang tersebar di Kabupaten Paser. Dari berbagai pelatihan yang diberikan, anggota dan pengurus semakin kreatif, baik dalam kemasan maupun promosi produk melalui konten digital,” ujar Echa.

Echa menambahkan, visi jangka panjangnya adalah membuat Teras UMKM lebih profesional dengan memiliki sekretariat yang bisa dimanfaatkan umum oleh para pelaku UMKM, bukan hanya anggota. “Harapannya nanti bisa jadi pusat diskusi, konsultasi soal branding, desain, legalitas produk, maupun seminar atau mini workshop pelatihan,” pungkasnya. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com