BANJARMASIN – Kota Banjarmasin diguncang aksi teror pelemparan botol bersumbu api di kawasan Cemara dan Pasar Lama, Minggu (22/02/2026) malam. Insiden yang terjadi saat Ramadan itu langsung memicu kepanikan warga, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Suasana yang semula tenang berubah tegang ketika benda menyerupai bom molotov dilempar orang tak dikenal ke area permukiman. Api sempat menyala dan membuat warga berhamburan keluar rumah. Peristiwa tersebut kini menjadi sorotan publik karena terjadi di momen ibadah yang seharusnya berlangsung aman dan khusyuk.
Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Aliansyah, mendesak aparat kepolisian bertindak cepat mengusut tuntas pelaku dan motif di balik aksi tersebut. Ia menilai, rasa aman masyarakat tidak boleh dikoyak oleh aksi teror yang belum jelas tujuannya.
“Aparat harus bergerak cepat dan serius. Rekaman CCTV sudah ada, itu wajib dioptimalkan untuk membongkar siapa pelakunya dan apa motifnya,” ujar Aliansyah, Senin (23/02/2026).
Menurut politisi PKS tersebut, Ramadan bukan waktu yang tepat bagi masyarakat untuk dihantui ketakutan. Ia mengingatkan agar peristiwa ini tidak dibiarkan berlarut-larut sehingga memunculkan spekulasi liar di tengah warga.
“Bulan puasa seharusnya memberi ketenangan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang dan meninggalkan trauma di lingkungan warga,” tegasnya.
Selain meminta kepolisian mengusut kasus secara menyeluruh, Komisi I DPRD juga mendorong Pemerintah Kota Banjarmasin memperkuat langkah pencegahan. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) di tingkat kelurahan hingga RT.
Aliansyah menilai, kewaspadaan kolektif menjadi kunci untuk menutup ruang gerak pelaku kejahatan. Ia meminta lurah, ketua RW, dan RT mengambil peran lebih aktif dalam membangun koordinasi antarwarga.
“Imbauan resmi dari pemko penting agar ronda malam kembali digiatkan. Warga harus saling berkoordinasi dan tidak lengah,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga menekankan peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar meningkatkan patroli, khususnya pada malam hari. Kehadiran aparat di lapangan diyakini dapat memberi efek pencegahan sekaligus menenangkan masyarakat.
“Patroli rutin harus ditingkatkan. Kehadiran petugas di tengah masyarakat adalah bentuk nyata perlindungan dan jaminan rasa aman,” pungkasnya.
Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku teror tersebut. Warga berharap kasus ini segera terpecahkan agar suasana Ramadan di Banjarmasin kembali kondusif. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan