Tiga Lokasi Dipantau, Andi Harun Pastikan Program Tepat Sasaran

Wali Kota Samarinda meninjau langsung lokasi kebakaran, hasil revitalisasi masjid, dan progres pembangunan taman untuk memastikan program berjalan optimal.

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat pengawasan pembangunan dan penanganan dampak bencana melalui rangkaian kunjungan lapangan yang dilakukan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, ke sejumlah titik strategis, Kamis (26/03/2026).

Kunjungan tersebut mencakup peninjauan lokasi kebakaran Pasar Segiri, progres revitalisasi Masjid Besar Ash-Shabirin, serta pembangunan Taman Jembatan Mahakam di kawasan Samarinda Seberang, sebagai bagian dari upaya memastikan program berjalan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Pada peninjauan di Pasar Segiri, Jalan Pahlawan, Andi Harun memastikan langkah percepatan penanganan pascakebakaran yang menghanguskan puluhan bangunan dan berdampak pada puluhan pedagang. Ia menegaskan pentingnya respons cepat agar aktivitas ekonomi masyarakat segera pulih.

“Ada pedagang yang mengalami kerugian hingga Rp200 juta, bahkan ada yang mencapai Rp300 juta,” ujar Andi Harun.

Walikota Andi Harun Samarinda meninjauan lokasi kebakaran Pasar Segiri

Pemkot Samarinda pun menargetkan pembersihan area dalam waktu satu hingga tiga hari, sekaligus menyiapkan pembangunan lapak sementara bagi pedagang terdampak.

“Mudah-mudahan dalam satu, dua, tiga hari ke depan itu sudah bisa dilakukan pembersihan area. Sambil itu, PUPR bersama Disdag akan merencanakan desain,” jelas Andi Harun.

“Kita akan segera menindaklanjutinya dengan membangun kembali, karena kasihan juga pedagang kalau sampai berlarut-larut. Mereka pasti sudah menderita kerugian materiil terutamanya,” tegas Andi Harun.

“Nanti saya minta juga kepada Asisten II untuk selain mendesain jenis bangunan, mungkin juga untuk melibatkan banyak pekerja katakanlah kalau bisa swakelola, tidak hanya satu-dua tukang, supaya bisa cepat selesainya,” tutur Andi Harun.

Selanjutnya, dalam kunjungan ke Masjid Besar Ash-Shabirin di Jalan Bung Tomo, Andi Harun meninjau hasil revitalisasi yang kini menghadirkan desain modern dan lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan. “Proses pengawasan ini tidak hanya dari pemerintah, tapi juga dari panitia masjid yang ikut aktif berkomunikasi dan mengawal jalannya pembangunan,” ujarnya.

Andi Harun kunjungan ke Masjid Besar Ash-Shabirin di Jalan Bung Tomo

Ia menyebut desain masjid yang baru diharapkan menjadi identitas sekaligus ikon kawasan. “Kami sengaja memilih desain yang unik dan khas, supaya bisa menjadi ikon baru di Samarinda, khususnya Samarinda Seberang. Syukur-syukur juga bisa menjadi landmark,” ucap Andi Harun.

“Dari jauh orang sudah bisa melihat bahwa itu masjid. Apalagi malam hari, dengan pencahayaan dan ornamen yang ada, semakin terlihat. Kita tidak lagi pakai bentuk kotak seperti biasanya, tapi dibuat lebih dinamis,” jelas Andi Harun.

Kunjungan dilanjutkan ke Taman Jembatan Mahakam untuk mengevaluasi progres pembangunan ruang publik yang masih berjalan bertahap akibat keterbatasan anggaran. “Kami sudah punya full design-nya, tapi karena anggaran terbatas, baru bisa kita kerjakan sekitar setengahnya,” ujar Andi Harun.

Kunjungan Andi Harun ke Taman Jembatan Mahakam

“Kalau dibangun secara penuh dengan TPS dan penataan jalannya, kurang lebih butuh Rp6 miliar. Tapi kemarin kita baru anggarkan sekitar Rp3 miliaran, jadi memang belum bisa tuntas,” jelas Andi Harun.

Meski demikian, Pemkot Samarinda tetap melanjutkan pembangunan secara bertahap agar proyek tidak terhenti.

“Strategi kami tidak harus berhenti membangun kalau memang uang terbatas. Kita bagi dua atau tiga tahap. Yang penting kami tetap bergerak, pelan tapi tidak berhenti, dan tidak memaksakan kemampuan anggaran,” tegas Andi Harun.

“Insya Allah tahun depan kita lanjutkan sampai full design, termasuk akses jalan menuju masuk dan keluar jembatan, sehingga kawasan ini benar-benar tertata dengan baik,” tambah Andi Harun.

Selain itu, pemerintah juga mulai merancang pembangunan taman khusus lansia sebagai bagian dari pengembangan ruang publik yang inklusif di Kota Samarinda.

“Kita ingin ke depan ada taman lansia. Kota besar seperti Samarinda ini rasanya perlu memiliki ruang yang nyaman bagi para lansia. Tentu ini masih kita siapkan konsep dan perencanaannya,” ungkap Andi Harun.

Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Pemkot Samarinda menegaskan komitmennya dalam memastikan percepatan pemulihan pascabencana, kualitas pembangunan infrastruktur, serta peningkatan fasilitas publik yang berkelanjutan bagi masyarakat. []

Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com