Toko Jamu Jadi Kedok, Miras Diamankan Polisi

BANTEN – Menjelang dan selama bulan Ramadan, jajaran Polsek Cikupa, Kabupaten Tangerang, meningkatkan patroli dan operasi penertiban terhadap peredaran minuman keras di wilayah hukumnya. Langkah tersebut ditempuh sebagai bagian dari Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang difokuskan pada pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam kegiatan terbaru, aparat kepolisian menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk warung dan toko yang dicurigai menjual minuman beralkohol tanpa izin. Salah satu lokasi yang diperiksa berada di Kampung Sukamulya, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikupa. Dari tempat tersebut, petugas menemukan dan mengamankan delapan botol minuman beralkohol berbagai merek.

Seluruh barang bukti telah dibawa ke Markas Polsek Cikupa untuk didata dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Kepolisian menegaskan, operasi ini bukan sekadar penindakan, melainkan bagian dari upaya menciptakan suasana yang lebih tertib selama masyarakat menjalankan ibadah puasa.

Kapolsek Cikupa, Ajun Komisaris Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa peningkatan operasi dilakukan berdasarkan evaluasi situasi kamtibmas di lapangan. Ia menyebut konsumsi minuman keras kerap menjadi pemicu perselisihan maupun tindak kriminalitas, terutama pada malam hari.

“Kami ingin memastikan lingkungan tetap aman dan kondusif selama Ramadan. Karena itu, penertiban terhadap peredaran miras ilegal akan kami lakukan secara konsisten,” ujar Syamsul Bahri, Jumat (20/02/2026).

Ia menambahkan bahwa operasi serupa akan digelar secara berkala dan menyasar titik-titik yang terindikasi menjual minuman keras tanpa izin resmi. Menurutnya, langkah preventif lebih efektif dibandingkan menunggu terjadinya gangguan keamanan.

Selain melakukan penindakan, kepolisian juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Syamsul menegaskan pentingnya komunikasi dua arah antara aparat dan warga. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengetahui adanya peredaran miras atau aktivitas yang mencurigakan di sekitar tempat tinggalnya,” katanya.

Pihak kepolisian menilai keterlibatan warga menjadi kunci dalam mencegah potensi gesekan sosial yang dapat timbul akibat pengaruh alkohol. Dengan pengawasan bersama, diharapkan stabilitas keamanan di Kabupaten Tangerang tetap terjaga sepanjang bulan suci. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com