Satu korban tanpa identitas ditemukan di Sungai Martapura usai dugaan aksi terjun dari Jembatan Dewi, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.
BANJARMASIN – Tim gabungan masih melanjutkan pencarian satu korban yang hilang di Sungai Martapura setelah satu dari dua pria yang diduga terjun dari Jembatan Dewi akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (27/03/2026) dini hari.
Korban pertama ditemukan sekitar pukul 04.26 Wita di kawasan Sungai Baru, Kelurahan Sungai Martapura. Saat ditemukan, identitas korban belum diketahui dan langsung dievakuasi untuk keperluan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya lebam di bagian wajah sebelah kanan korban. Tidak ditemukan identitas diri pada tubuh korban, selain uang tunai sebesar Rp100.000. Jenazah kemudian dibawa untuk dilakukan visum oleh dokter sekitar pukul 08.00 Wita.
Seiring penemuan tersebut, tim pencarian yang terdiri dari relawan dan unsur pencarian dan pertolongan terus menyisir area sungai guna menemukan satu korban lainnya yang masih dinyatakan hilang.
“Tadi subuh satu korban tenggelam sudah ditemukan, jadi kita lanjut pencarian satu orang lagi,” ujar Supiani, relawan amatir radio yang juga anggota emergency Banjarmasin, sebagaimana diberitakan KBK News, Jumat (27/03/2026).
Peristiwa ini bermula pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 22.00 Wita, ketika dua pria dilaporkan hilang setelah diduga menceburkan diri ke Sungai Martapura dari Jembatan Dewi.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sebelum kejadian kedua pria tersebut sempat terlibat perkelahian di atas jembatan. Situasi kemudian berujung pada aksi salah satu korban yang melompat ke sungai, disusul oleh korban lainnya.
Informasi mengenai kejadian tersebut sempat beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik, termasuk sejumlah saksi yang mengaku melihat langsung peristiwa tersebut.
Sementara itu, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin melalui Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) masih melakukan proses identifikasi terhadap korban yang ditemukan, dengan memeriksa sidik jari serta ciri-ciri fisik lainnya.
Hingga saat ini, proses pencarian terhadap korban kedua masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur tim gabungan, dengan harapan korban dapat segera ditemukan untuk memastikan kepastian nasibnya. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan