Tragis, Lansia Hilang Saat Idulfitri Ditemukan Tewas di Perkebunan

Lansia yang dilaporkan hilang saat ditinggal salat Id ditemukan meninggal dunia di perkebunan sawit setelah delapan hari pencarian.

TANAH BUMBU – Upaya pencarian selama delapan hari terhadap seorang lanjut usia (lansia) yang dilaporkan hilang saat momen Idulfitri berakhir dengan duka, setelah korban ditemukan meninggal dunia di area perkebunan sawit tidak jauh dari kediamannya di Kecamatan Sungai Loban, Jumat (27/03/2026).

Korban bernama Kopsah (71), warga Desa Tri Martani, sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu (19/3/2026) ketika ditinggal seorang diri di rumah saat keluarga melaksanakan salat Id. Keberadaan korban akhirnya terungkap setelah tim gabungan melakukan penyisiran intensif di sekitar lokasi.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sungai Loban, Kity Tokan, membenarkan penemuan tersebut. “Korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dugaan sementara karena kelelahan dan dehidrasi,” ujarnya kepada wartawan, sebagaimana dilansir Kompas, Jumat (27/03/2026).

Korban ditemukan di area perkebunan sawit yang berada di belakang permukiman warga. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun kondisi korban mengindikasikan kelelahan fisik akibat tidak mendapatkan asupan selama beberapa hari.

Meski demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari rumah sakit guna memastikan penyebab pasti kematian korban. “Penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil visum,” jelas Kapolsek.

Dari keterangan keluarga, korban diketahui mengalami kondisi pikun dan kerap keluar rumah tanpa pengawasan. Hal ini diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan korban berjalan hingga masuk ke area perkebunan yang cukup luas.

Kepala Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan laporan kehilangan diterima pada hari kejadian, dan tim langsung melakukan pencarian dengan fokus di sekitar lingkungan rumah korban.

“Namun, sekembalinya mereka ke rumah, korban sudah tidak ditemukan di dalam rumah,” ujarnya saat menjelaskan kronologi awal kejadian.

Tim Basarnas bersama unsur relawan dan masyarakat kemudian melakukan penyisiran di area perkebunan sawit yang berjarak tidak jauh dari rumah korban, yang diduga menjadi jalur yang dilalui korban saat meninggalkan rumah.

“Keluarga menduga korban berjalan keluar rumah dan memasuki area perkebunan luas yang berada tepat di belakang kediamannya,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap lansia dengan kondisi penurunan daya ingat, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com