Usai Lebaran, Pasokan Tempe dan Sayur di Kubar Belum Normal

Distribusi dari luar daerah yang belum pulih menyebabkan stok bahan pangan di pasar tradisional Kubar masih terbatas meski aktivitas jual beli mulai meningkat.

KUTAI BARAT – Kondisi pasokan bahan pangan di pasar tradisional di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) belum sepenuhnya pulih hingga H+5 Idulfitri 1447 Hijriah. Sejumlah pedagang mengaku masih mengalami keterbatasan stok, terutama untuk komoditas yang didatangkan dari luar daerah, meski aktivitas jual beli mulai kembali meningkat.

Salah satu pedagang sayur, Dewi, mengatakan distribusi barang hingga kini belum berjalan normal. Ia menyebut masih banyak komoditas yang kosong akibat pasokan dari luar daerah yang belum lancar.

“Belum, masih banyak yang kosong barang-barang. Soalnya pasokan dari luar daerah belum lancar,” ujarnya saat ditemui di pasar, Rabu (25/03/2026).

Menurut Dewi, sejumlah bahan pangan seperti tempe dan tahu juga belum tersedia secara stabil. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterlambatan distribusi serta aktivitas pemasok yang belum sepenuhnya kembali normal setelah libur Lebaran.

Meski demikian, aktivitas jual beli di pasar mulai menunjukkan peningkatan. Ia mengaku sudah kembali berjualan sejak hari ketiga Lebaran dan jumlah pembeli mulai bertambah. “Saya mulai buka tiga hari setelah Lebaran. Pembeli lumayan banyak, karena biasanya habis makan-makan orang cari sayuran,” jelasnya.

Dari sisi pendapatan, Dewi menyebut tidak terdapat perbedaan signifikan antara masa Ramadan dan pasca-Lebaran.

“Kurang lebih sama saja, rata-rata,” katanya.

Pedagang yang telah berjualan sekitar 10 tahun tersebut menjelaskan, sebagian besar barang dagangannya berasal dari dalam dan luar daerah. Untuk komoditas tertentu seperti kentang dan wortel, ia mengandalkan pasokan dari luar daerah, salah satunya dari Kota Samarinda.

Terkait harga, ia mengakui adanya kenaikan yang terjadi sejak sebelum Ramadan hingga setelah Lebaran. “Ada kenaikan, memang biasanya begitu,” ujarnya.

Namun demikian, Dewi memperkirakan kondisi harga dan pasokan akan kembali normal dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan, seiring pulihnya distribusi dan aktivitas pemasok. “Biasanya seminggu sampai dua minggu sudah normal lagi,” tambahnya.

Ia berharap distribusi bahan pangan dapat segera kembali lancar dan harga tetap stabil agar tidak memberatkan konsumen sekaligus menjaga kelangsungan usaha pedagang di pasar tradisional.

“Harapannya barang lancar, harga tidak terlalu tinggi, jadi pembeli bisa beli dan dagangan juga cepat habis,” tutupnya. []

Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com