KUTAI BARAT – Pelaksanaan Grafeo untuk pemain di bawah usia 15 tahun yang digelar komunitas pelatih sepak bola di Kabupaten Kutai Barat mendapat apresiasi positif dari Marwal Iskandar, pelatih bersertifikat FIFA dan AFC sekaligus coach educator. Hal ini disampaikannya dalam wawancara langsung usai kegiatan yang berlangsung selama dua hari di lapangan SKD Sekolaq Darat Kutai Barat, Selasa (17/02/2026).
Marwal menjelaskan, kegiatan yang diikuti delapan tim tersebut bukan sekadar turnamen biasa, melainkan wadah pembinaan bagi pemain usia dini. “Ini bukan sekadar trofeo, tapi grafeo yang dibuat secara mandiri oleh komunitas pelatih tanpa sponsor. Sangat positif karena memberi ruang kepada pemain usia di bawah 15 tahun untuk mendapatkan jam bermain yang sama,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, panitia menerapkan sistem cup and plate atau ronde, sehingga tim yang kalah tetap bertanding kembali. Menurut Marwal, konsep tersebut penting agar seluruh pemain memperoleh kesempatan bermain yang merata sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pelatih.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang seleksi menuju kompetisi Suratin U-15. Beberapa pemain kelahiran 2008 bahkan dilibatkan sebagai “joker” untuk menambah pengalaman bertanding. “Ini aset sepak bola Kutai Barat. Talenta di sini bagus, tapi talenta saja tidak cukup. Harus diedukasi dengan pemahaman sepak bola yang benar,” tegasnya.
Marwal juga mengungkapkan rencana pembentukan liga usia dini yang digagas bersama Ketua Askab PSSI Kutai Barat, Teddy Rahkmat, yang juga memberikan lima bola kepada setiap tim yang ikut serta, ada enam tim yang terlibat. Liga tersebut direncanakan berlangsung setiap akhir pekan selama dua hingga tiga bulan, mencakup kelompok usia 6–12 tahun dan 13–15 tahun secara berjenjang.
Ia berharap pembinaan tidak hanya fokus pada pemain, tetapi juga peningkatan kualitas pelatih melalui lisensi kepelatihan. “Quality players lahir dari quality coaches. Sepak bola masa depan harus kita siapkan dari sekarang,” pungkasnya.
Pesan moral penting juga disampaikan beliau: “Jangan pernah melupakan pemain usia dini. Dari merekalah masa depan lahir dan dibentuk. Jika kamu mengabaikan pembinaan sejak usia dini, maka bersiaplah kehilangan generasi emas di masa depan.” []
Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan