Inovasi Digital hingga Solusi Lingkungan Raih Penghargaan Kalsel 2026

Kalsel Innovation Award dan Lomba Karya Tulis Ilmiah 2026 memberikan penghargaan kepada inovator dan peneliti dengan gagasan di bidang pelayanan publik, lingkungan, pangan, pendidikan, serta infrastruktur.

BANJARMASIN – Sejumlah inovasi digital dan gagasan berbasis riset yang berpotensi menjawab persoalan pelayanan publik, lingkungan, hingga infrastruktur mendapat penghargaan dalam Kalsel Innovation Award (KIA) dan Lomba Karya Tulis Ilmiah 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) berharap karya-karya tersebut tidak berhenti sebagai prestasi kompetisi, tetapi dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan daerah.

Penganugerahan yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalsel itu berlangsung di Gedung Idham Chalid, Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kalsel, Selasa (20/10/2026). Gubernur Kalsel Muhidin, melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Rusma Khazairin, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kreativitas, pemikiran kritis, dan kerja para inovator serta penulis ilmiah.

Ia menilai riset dan inovasi perlu menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan, mulai dari pemerintahan dan pelayanan publik hingga pendidikan, kesehatan, serta sektor lainnya. Karya ilmiah juga diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan masyarakat.

“Jadikan riset sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan, inovasi sebagai penggerak perubahan, dan kolaborasi sebagai kekuatan untuk mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” pesannya.

Kepala BRIDA Kalsel Thaufik Hidayat mengatakan, riset membantu pemerintah memahami persoalan berdasarkan data dan bukti ilmiah, sedangkan inovasi mengubah gagasan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Menurutnya, KIA bukan hanya ajang menentukan pemenang, melainkan upaya mendorong praktik-praktik terbaik di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.

Berbagai gagasan yang muncul tahun ini mencakup tata kelola sanitasi digital dan pemulihan mutu air Sungai Martapura, sistem peringatan dini inflasi pangan, pemanfaatan energi terbarukan untuk hilirisasi, penentuan prioritas penanganan jalan dan jembatan, penggunaan kecerdasan artifisial dalam pendidikan, serta pengolahan hasil perikanan dengan pendekatan minim limbah.

“Ukuran keberhasilan riset bukan terletak pada jumlah laporan yang dihasilkan, melainkan sejauh mana hasilnya dimanfaatkan untuk memperbaiki kebijakan, pelayanan, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Thaufik.

Dalam KIA 2026, kategori satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tingkat provinsi dimenangi Andi Irawan dari Badan Pendapatan Daerah Kalsel melalui inovasi TASK (Tax Application of South Kalimantan). Juara kedua diraih Aldy Nugraha Pradana dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin dengan inovasi ALTAIR (Automasi Laporan Terintegrasi SIRS), sedangkan juara ketiga diraih Akhmad Ramadhani dari RSUD Ulin melalui Parking Traffic Management Control (PTMC).

Pada kategori SKPD kabupaten/kota, juara pertama diraih Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabalong lewat inovasi 1 Desa 1 Wifi. Juara kedua diraih Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Hulu Sungai Tengah melalui ONE DATA AI HST. Sementara itu, juara ketiga diberikan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tanah Laut dengan inovasi PILANDUK LANGKAR.

Kategori masyarakat umum dimenangi tim Muliyadi Saputra, M. Zuhdi Rajibi, dan Nurul Hidayah dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah melalui RATIKITA (Platform Digital Sampah Modern). Juara kedua diraih Maskur Nur Hidayat dari Kabupaten Tanah Bumbu dengan inovasi DETEKTOR KARHUTLA, sedangkan juara ketiga diraih Rahmatullah, Syam’ani, Cindy Anissa, Netty, dan Risnawati dari Kabupaten Hulu Sungai Utara melalui AL PILUNG (Alat Pemipih Purun dan Ilung).

Adapun pada Lomba Karya Tulis Ilmiah 2026, juara pertama diraih Tien Zubaidah, Lenie Marlinae, dan Norlaila Sofia dari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin serta Universitas Lambung Mangkurat. Karya mereka berjudul “Sistem Dinamik dan Dashboard Real-Time Berbasis Power BI sebagai Inovasi Tata Kelola Sanitasi Digital untuk Restorasi Mutu Air Sungai Martapura Menuju Kelas I di Kalimantan Selatan.”

Juara kedua diraih Ahmadi Murjani dan Winda Noviyanti dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel melalui karya “From Warning to Action: Early Warning System Inflasi Pangan di Kalimantan Selatan sebagai Policy Trigger untuk Ketahanan Pangan.” Juara ketiga diberikan kepada Shafa Salsabila dan Nur Soluna Arasya dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan Kabupaten Banjar melalui karya “E-Skala Jalan: Model Sistem Pendukung Keputusan Multi-Kriteria untuk Prioritisasi Penanganan Jalan dan Jembatan Kabupaten Banjar.”

Untuk kategori juara harapan, Harapan I diraih Aditya Idris, peneliti independen lepas dari Makassar, Sulawesi Selatan, melalui karya tentang percepatan hilirisasi berkelanjutan dan potensi energi terbarukan berbasis remote sensing. Harapan II diraih Arie Wibowo dari UPTD SMP Negeri 5 Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, melalui penelitian penggunaan kecerdasan artifisial dalam pemecahan masalah siswa pada transformasi geometri. Harapan III diraih Nur Ad’ha Yuda dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Nahdlatul Ulama Kalsel, melalui karya “Kampung Sungai Sirkular: Model Tata Kelola Pascarevitalisasi Berbasis Ruang Adaptif, Ekonomi Sirkular, dan Pelaporan Digital di Banjarmasin.”

Pemprov Kalsel berharap hasil kompetisi tersebut dapat dikembangkan, diterapkan, dan direplikasi sesuai kebutuhan daerah. Pemanfaatan hasil riset secara nyata diharapkan memperkuat kualitas kebijakan, meningkatkan efektivitas pelayanan publik, serta menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *