Ketua DPD II Golkar Balikpapan Rahmad Mas’ud menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD dari 16 menjadi sedikitnya 20 kursi, sembari meminta kader memperkuat pelayanan masyarakat, menjaga etika bermedia sosial, dan meningkatkan soliditas organisasi.
BALIKPAPAN – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menargetkan perolehan sedikitnya 20 kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan pada pemilihan umum (pemilu) mendatang. Target tersebut meningkat dari perolehan 16 kursi pada Pemilu 2024 dan menjadi salah satu fokus konsolidasi internal partai.
Target itu disampaikan Rahmad dalam kegiatan sarasehan politik dan konsolidasi kader Golkar yang dijadwalkan berlangsung di Kantor Sekretariat DPD II Partai Golkar Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (24/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar yang jatuh pada 20 Oktober 2026. Konsolidasi melibatkan pengurus partai tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan untuk memperkuat organisasi dan menyatukan langkah menghadapi agenda politik berikutnya.
Sejumlah tokoh senior dan kader Golkar dijadwalkan hadir, di antaranya Joutce Rumambi, Heru Bambang, Damanhuri, dan Suharti. Kegiatan itu juga melibatkan anggota DPRD Balikpapan dari Fraksi Golkar serta jajaran pengurus partai di seluruh kecamatan dan kelurahan.
Dalam materi sambutannya, Rahmad mengajak seluruh kader bergotong royong membesarkan Golkar dengan mengutamakan kerja nyata dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan Golkar memperoleh 16 kursi DPRD Balikpapan merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Namun, hasil tersebut tidak boleh membuat kader berpuas diri karena kepercayaan masyarakat harus terus dijaga melalui kinerja dan kontribusi nyata.
“Semangat terus, Golkar tetap berjaya, khususnya Golkar di Balikpapan. Pesan saya kepada anggota DPRD Kota Balikpapan, terus berbuat di daerah pemilihan masing-masing,” kata Rahmad.
Rahmad menegaskan, setiap anggota DPRD dari Fraksi Golkar harus memahami kondisi masyarakat di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Ia meminta para wakil rakyat tidak mengabaikan kesulitan warga, terutama yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar.
“Saya tidak ingin mendengar ada warga yang kelaparan di daerah pemilihan masing-masing. Kalau ada pembiaran, kader kami tentu akan mendapat sanksi,” tegasnya.
Menurut Rahmad, pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu tanggung jawab kader yang memperoleh amanah sebagai wakil rakyat. Ia menilai kehadiran kader dalam membantu menyelesaikan persoalan warga merupakan bagian penting dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap partai.
Melalui penguatan pelayanan dan konsolidasi organisasi, Rahmad berharap Golkar dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan dukungan masyarakat pada pemilu berikutnya.
“Targetnya minimal tidak di bawah 16 kursi lagi. Kami paling tidak menargetkan 20 kursi nanti,” ujarnya.
Selain menekankan peningkatan kinerja anggota legislatif, Rahmad mengingatkan seluruh kader Golkar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Ia meminta kader berhati-hati ketika menyampaikan pendapat, menulis komentar, maupun membagikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, perilaku kader di ruang digital dapat memengaruhi citra dan kepercayaan publik terhadap partai.
“Saya juga meminta semua kader memperbaiki cara bermain di media sosial. Jangan asal mengetik kata-kata. Perbaiki sikap, bahasa, dan narasi yang ingin disebarkan,” pesannya.
Rahmad menilai setiap kader memiliki tanggung jawab menjaga nama baik organisasi, termasuk melalui komunikasi yang santun dan bertanggung jawab di media sosial. Ia juga mengingatkan agar tindakan individu tidak menimbulkan dampak negatif terhadap citra Golkar, baik di Balikpapan maupun di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Dalam kesempatan tersebut, Rahmad turut menanggapi pandangan masyarakat mengenai keterlibatan keluarganya, yang dikenal dengan sebutan Bani Mas’ud, dalam pemerintahan. Rahmad menyatakan bahwa keterlibatan anggota keluarganya dalam pemerintahan, menurut pandangannya, didasari keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menekankan bahwa jabatan publik harus digunakan untuk memastikan kebijakan dan anggaran pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi ataupun keluarga.
“Prinsip kami murni untuk pengabdian. Bagaimana APBD ini betul-betul tepat sasaran untuk warga kita,” ujarnya.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), menurut Rahmad, harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung penyelenggaraan pembangunan daerah. Rahmad juga menanggapi berbagai anggapan mengenai kepemilikan lahan serta keterlibatan keluarganya dalam sektor pertambangan, perkebunan, dan proyek pemerintah.
Ia mempersilakan masyarakat memeriksa kebenaran klaim yang disampaikannya mengenai kepemilikan aset maupun aktivitas usaha keluarganya. Pernyataan tersebut disampaikannya untuk menegaskan pandangannya bahwa jabatan pemerintahan tidak seharusnya dimanfaatkan demi kepentingan pribadi.
Rahmad juga menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas pengurus partai dalam menghadapi tantangan politik mendatang. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya jumlah pengurus, tetapi juga oleh komitmen, produktivitas, dan kesediaan kader untuk bekerja membesarkan partai.
“Kami tidak perlu banyak pengurus Lebih baik sedikit, tetapi berkualitas dan produktif, daripada hanya menempel atas nama saja,” katanya.
Rahmad meminta seluruh pengurus mengevaluasi kontribusinya terhadap organisasi. Kader yang ingin membesarkan Golkar diharapkan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk pelayanan dan komunikasi dengan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan partai bukan hanya ditentukan oleh jumlah kursi yang berhasil diraih dalam pemilu, tetapi juga oleh kemampuan membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat.
“Jadi, bukan hanya menang secara di parlemen, tetapi bagaimana hati masyarakat bisa menyatu dengan Partai Golkar. Itu jauh lebih baik,” ujarnya.
Pada bagian akhir arahannya, Rahmad mengingatkan seluruh kader agar menjaga kedewasaan dalam berpolitik dan tidak menjadikan perbedaan pandangan maupun kekalahan sebagai alasan untuk menyimpan dendam.
Ia menilai setiap kader harus mampu menghadapi dinamika politik secara proporsional serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
“Kalau berpartai jangan pakai hati. Kalau kalah, nanti sakit hati. Dalam berpolitik juga jangan sepenuh jiwa sampai ketika tidak sesuai harapan justru membuat kita terpuruk,” pesannya.
Rahmad berharap konsolidasi internal Golkar Balikpapan dapat memperkuat kekompakan, kedisiplinan, dan kualitas kader dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.
Dengan meningkatkan kinerja anggota legislatif, memperkuat pelayanan masyarakat, dan menjaga soliditas partai, Golkar Balikpapan diharapkan mampu mempertahankan kepercayaan publik sekaligus mewujudkan target perolehan sedikitnya 20 kursi DPRD pada pemilu mendatang. []
Penulis: Irwanto Sianturi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan