Distransnaker Kutim Usulkan Pelatihan Wirausaha Muda ke BLK

Distransnaker Kutim mengusulkan pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda kepada Pemprov Kaltim sebagai upaya memperluas kesempatan kerja dan mendukung target penyerapan 50.000 tenaga kerja di daerah.

KUTAI TIMUR – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong pengembangan kewirausahaan di kalangan generasi muda sebagai upaya memperluas lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan serta perkebunan kelapa sawit. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian target penyerapan 50.000 tenaga kerja di Kutim.

Kepala Dinas (Kadis) Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutim, Sulisman, mengatakan pengembangan keterampilan generasi muda perlu diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan membangun usaha secara mandiri.

Menurutnya, pelatihan kewirausahaan menjadi salah satu kebutuhan penting agar generasi muda memiliki kesempatan menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mengembangkan potensi ekonomi daerah.

“Ya kami berharap ada pelatihan untuk dunia usaha memang. Jadi artinya bukan melakukan bimtek atau pelatihan skill saja, tapi juga untuk dunia usaha, untuk anak-anak muda juga kami berharap bisa melakukan itu,” kata Sulisman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2026).

Untuk mendukung upaya tersebut, Distransnaker Kutim telah mengusulkan program pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda kepada balai pelatihan kerja milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) yang berlokasi di Samarinda.

Usulan itu diajukan sebagai langkah mengatasi keterbatasan anggaran daerah yang membatasi pelaksanaan program pelatihan secara mandiri pada tahun berjalan.

“Tapi untuk anggaran cukup terbatas kan. Jadi untuk tahun ini kami baru bisa mengusulkan ke balai pelatihan di Samarinda. Nah jadi nanti dengan usulan kami itu berharap kami nanti ada juga banyak juga yang terserap di pelatihan-pelatihan untuk anak-anak muda, khususnya terkait dengan dunia usaha,” ungkap Sulisman.

Melalui usulan tersebut, Distransnaker Kutim berharap semakin banyak pemuda memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan yang berorientasi pada pengembangan usaha. Pembekalan itu dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan peluang ekonomi di luar sektor industri berskala besar.

Sulisman juga menekankan bahwa pencapaian target penyerapan 50.000 tenaga kerja di Kutim tidak harus sepenuhnya bergantung pada pembukaan lowongan pekerjaan di perusahaan pertambangan maupun perkebunan.

Menurutnya, pengembangan kewirausahaan dapat menjadi salah satu jalur untuk memperluas kesempatan kerja melalui usaha yang dirintis dan dikembangkan oleh generasi muda.

“Berharap kan bahwa 50.000 tenaga kerja itu tidak hanya dipenuhi dengan pemenuhan di industri atau di tambang dan kebun juga, mudah-mudahan bisa diisi melalui dunia usaha yang diciptakan oleh anak-anak muda di Kutai Timur,” tandas Sulisman.

Distransnaker Kutim berharap usulan pelatihan kewirausahaan kepada Pemprov Kaltim dapat membuka akses pembinaan yang lebih luas bagi generasi muda. Dengan meningkatnya kemampuan berwirausaha, para pemuda diharapkan mampu menciptakan peluang kerja secara mandiri sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Kutim. []

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *