Judi Online hingga Kenakalan Remaja Jadi Sorotan Warga Kapuas Hulu

Jamaah Masjid Shiratul Jannah menyampaikan keresahan terkait judi online, kenakalan remaja, dan dugaan pelemparan di Putussibau saat Polres Kapuas Hulu menggelar Subuh Keliling pada Sabtu (24/10/2026).

KAPUAS HULU – Maraknya judi online, kekhawatiran terhadap kenakalan remaja, hingga dugaan pelemparan terhadap warga di sekitar sebuah kafe menjadi perhatian dalam dialog antara kepolisian dan masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (24/10/2026). Aspirasi tersebut disampaikan jamaah Masjid Shiratul Jannah saat Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu menggelar program Subuh Keliling di Kelurahan Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan.

Kegiatan yang dimulai pukul 03.56 WIB itu diikuti sekitar 50 orang, terdiri atas jajaran kepolisian, pengurus masjid, tokoh agama, dan jamaah. Selain mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang membutuhkan perhatian bersama.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kapuas Hulu Wisnu Perdana Putra mengajak orang tua dan seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap perkembangan generasi muda. Menurutnya, pencegahan kenakalan remaja memerlukan keterlibatan keluarga, lingkungan sosial, tokoh agama, dan kepolisian agar anak-anak tidak terjerumus dalam perilaku yang merugikan masa depan mereka.

“Bukan menjadi prestasi bagi kami apabila banyak anak-anak muda yang harus berhadapan dengan polisi karena berbagai permasalahan. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Mari kita berperan aktif membimbing dan menjaga generasi muda agar memiliki masa depan yang lebih baik,” pesan Kapolres, sebagaimana diberitakan Humas Polres Kapuas Hulu, Sabtu (24/10/2026).

Ia juga mengingatkan orang tua agar mengawasi anak-anak yang belum cukup umur ketika berkendara. Pengawasan tersebut dinilai penting untuk mencegah pelanggaran dan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Dalam dialog bersama jamaah, persoalan judi online turut mencuat karena dinilai dapat merusak kehidupan rumah tangga dan kondisi ekonomi masyarakat. Jamaah meminta masyarakat saling mengingatkan agar tidak terlibat dalam praktik perjudian tersebut.

Selain itu, warga menyampaikan keresahan mengenai dugaan pelemparan terhadap orang yang melintas di sekitar salah satu kafe di wilayah Putussibau. Aspirasi tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai gangguan keamanan yang perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi dan pelaporan kepada kepolisian.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wisnu mengingatkan bahwa pemeliharaan kamtibmas membutuhkan partisipasi masyarakat. Ia meminta warga segera melapor apabila mengetahui adanya tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas.

Untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kepolisian, ia mengingatkan warga agar memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 ketika membutuhkan bantuan atau menemukan gangguan keamanan.

“Polri hadir untuk melayani masyarakat. Apabila menemukan permasalahan atau gangguan kamtibmas, silakan menghubungi Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh personel kepolisian,” ujarnya.

Subuh Keliling tersebut merupakan bagian dari program Quick Wins Kapolri bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”, berdasarkan Surat Perintah Kapolres Kapuas Hulu Nomor Sprin/1342/X/REN.2.3./2026 tertanggal 14 Oktober 2026. Program ini dilaksanakan untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat melalui kegiatan keagamaan serta dialog langsung.

Wisnu menjelaskan, kegiatan serupa telah dilaksanakan hingga tingkat Kepolisian Sektor (Polsek) untuk mendekatkan pelayanan kepolisian kepada warga. Jamaah juga berharap program tersebut terus berlanjut hingga tingkat kecamatan agar masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Kapuas Hulu berharap komunikasi dengan masyarakat semakin terbuka sehingga persoalan seperti perjudian online, kenakalan remaja, dan gangguan keamanan dapat dicegah serta ditangani lebih dini. Keterlibatan keluarga, tokoh agama, masyarakat, dan aparat diharapkan menjadi fondasi untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mendukung masa depan generasi muda. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *