13 Jam Belum Padam, Karhutla Cidadap Ganggu Kesehatan Warga

Kebakaran lahan kosong di Cidadap, Bandung, belum sepenuhnya padam dan asapnya telah mengganggu kesehatan warga, termasuk menyebabkan empat lansia terindikasi ISPA.

JAWA BARAT – Kebakaran lahan kosong di kawasan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat, mulai menimbulkan dampak kesehatan bagi warga. Sebanyak empat lansia terindikasi mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) setelah terpapar asap kebakaran yang masih menyala hingga Selasa (15/9/2026).

Camat Cidadap Maulana mengatakan total 11 warga telah melaporkan gangguan kesehatan ke posko yang didirikan di sekitar lokasi. Empat di antaranya harus mendapat penanganan karena mengalami ISPA akibat paparan asap.

“Sampai dengan saat ini sudah ada sekitar 11 orang warga masyarakat yang melaporkan kesehatannya ke posko dan empat di antaranya ISPA (akibat terpapar kena asap kebakaran),” ujar Maulana sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa, (15/09/2026).

Kebakaran tersebut mulai terjadi pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 18.45 WIB dan melanda lahan seluas lebih dari dua hektare. Hingga sekitar 13 jam setelah kejadian, sejumlah titik api masih belum padam karena lokasi berada di lereng yang menyulitkan petugas melakukan pemadaman.

Selain medan yang terjal, petugas menghadapi ancaman tanah labil yang berpotensi longsor serta dugaan keberadaan gas metana di sekitar lokasi.

“Dari semalam masih bau gas. Diduga gas metan,” katanya.

Lebih dari 40 ribu liter air dari mobil pemadam telah digunakan untuk menangani kebakaran. Namun, kondisi kawasan yang berada di lereng gunung membuat angin kencang kembali memicu munculnya titik api.

Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan warga yang tinggal di sekitar lahan. Kepulan asap juga masuk ke lingkungan sekolah dan Rumah Sakit (RS) Salamun yang berada sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.

“Asap itu dari kemarin kumpulan asap itu masuk ke wilayah warga. Termasuk ke sekolah. Bahkan ke titik ke Rumah Sakit Salamun,” ucapnya.

Pemerintah Kecamatan Cidadap bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cidadap kemudian menyiapkan posko kesehatan dan posko pengungsian sebagai langkah mitigasi bagi warga yang terdampak.

Untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap pelajar, pihak kecamatan juga berkoordinasi dengan Kepala Sekolah SMP 52 agar kegiatan belajar mengajar (KBM) menggunakan masker.

“Kami juga kerja sama dengan kepala sekolah SMP 52 karena di bawah ada sekolah, agar anak-anaknya dalam kegiatan KBM hari ini menggunakan masker,” katanya.

Menurut Maulana, kebakaran di kawasan tersebut bukan kejadian pertama. Lahan itu sebelumnya beberapa kali terbakar dan dalam sejumlah kejadian membutuhkan waktu lebih dari tiga hari hingga api benar-benar dapat dipadamkan.

“Dari informasi dan saksi, api itu berawal dari bawah lereng. Entah sengaja dibakar atau yang buang rokok, kita masih dalami penyebabnya,” kata dia.

Pengalaman kebakaran sebelumnya membuat penanganan kali ini dilakukan secara lebih menyeluruh untuk mencegah masih adanya titik api yang luput dari pemantauan. Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur agar proses pemadaman dapat berlangsung lebih cepat.

“Makanya hari ini dari pemadam all out, gimana caranya supaya tidak kecolongan lagi (ada titik api yang tidak dipadamkan). Ini kita sengaja kolaborasi ya biar cepat gitu,” ucapnya. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com