Eksplorasi Jabal Sayid mengungkap sekitar 110 juta ton bijih kaya tanah jarang dan uranium yang berpotensi memperkuat posisi strategis Arab Saudi dalam industri mineral dan energi nuklir sipil.
RIYADH – Arab Saudi berpotensi memperkuat posisi dalam rantai pasok mineral strategis setelah eksplorasi di Jabal Sayid, wilayah Madinah, mengidentifikasi sekitar 110 juta ton bijih dengan konsentrasi tinggi tanah jarang serta kandungan uranium yang dinilai menjanjikan.
Temuan tersebut menjadi penting karena tanah jarang merupakan bahan yang digunakan dalam berbagai kebutuhan industri berteknologi tinggi, sementara uranium dapat mendukung pengembangan siklus bahan bakar nuklir. Eksplorasi itu dilakukan melalui studi geologi di kawasan Jabal Sayid.
Menteri Energi Arab Saudi Abdulaziz bin Salman Al Saud mengumumkan hasil eksplorasi tersebut dalam Sesi Reguler ke-70 Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Senin (14/9).
“Eksplorasi dan studi geologi di proyek Jabal Sayid di Madinah telah mengungkapkan perkiraan sumber daya sekitar 110 juta ton bijih dengan konsentrasi tinggi mineral tanah jarang, terutama unsur-unsur berat, di samping konsentrasi uranium yang menjanjikan,” kata Abdulaziz sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa, (15/09/2026).
Data yang tersedia menunjukkan kandungan tanah jarang di Jabal Sayid didominasi unsur berat. Kawasan itu diperkirakan memiliki sekitar 552.000 ton logam tanah jarang berat, termasuk disprosium dan terbium, serta sekitar 355.000 ton logam tanah jarang ringan, seperti neodimium dan praseodimium.
Analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS), berdasarkan perkiraan Kementerian Perindustrian dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi serta perusahaan pertambangan Maaden, menyebut Jabal Sayid diyakini berada di peringkat keempat dunia dalam hal cadangan logam tanah jarang.
Kandungan uranium di kawasan tersebut juga diperkirakan mencapai sekitar 31.000 ton. Kombinasi kedua jenis sumber daya itu memberi Arab Saudi peluang untuk memperluas perannya dalam penyediaan bahan baku strategis sekaligus mengembangkan kemampuan energi nuklir sipil.
Potensi tersebut muncul ketika hubungan Arab Saudi dan Amerika Serikat semakin memperluas kerja sama di bidang energi dan mineral. Pada 22 Juli, Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright dan Abdulaziz menandatangani kesepakatan kerja sama energi nuklir sipil.
Departemen Energi Amerika Serikat menyebut kesepakatan itu menjadi landasan hukum bagi kemitraan bernilai miliaran dolar yang dapat berlangsung selama beberapa dekade. Pakta tersebut juga memberikan peluang lebih besar bagi perusahaan Amerika Serikat untuk terlibat dalam program energi nuklir sipil Saudi.
Kerja sama mineral kedua negara juga berkembang setelah Putra Mahkota Mohammed bin Salman berkunjung ke Amerika Serikat pada November 2025. Salah satu hasilnya ialah Kerangka Kerja Strategis untuk Kerja Sama di bidang mineral, logam, dan uranium penting.
Dalam kerangka tersebut, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyetujui pembiayaan 49 persen pembangunan pabrik pengolahan logam tanah jarang baru di Saudi. Maaden akan memegang saham pengendali 51 persen bersama MP Materials, perusahaan Amerika Serikat yang mengoperasikan tambang dan fasilitas pengolahan logam tanah jarang.
Jabal Sayid terletak sekitar 350 kilometer timur laut Jeddah, di wilayah Madinah. Kawasan tersebut sebelumnya telah dikenal memiliki potensi deposit logam tanah jarang yang bernilai tinggi.
Nilai strategis sumber daya mineral Saudi juga tercermin dari laporan Saudi Press Agency (SPA) pada November 2025 yang memperkirakan nilai penemuan unsur tanah jarang mencapai US$100 miliar. Nilai tersebut meningkat sekitar 90 persen dibandingkan 2018.
Studi Survei Geologi Saudi turut mengidentifikasi dua wilayah eksplorasi tahap lanjut dengan perkiraan sumber daya mencapai 644 juta ton. Jika eksplorasi dan pengolahan dapat dikembangkan, sumber daya tersebut berpotensi memperkuat posisi Saudi dalam rantai pasok mineral penting dunia serta mendukung kebutuhan industri dan energi dalam jangka panjang. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan