13 Nyawa Melayang, Sitaro Masuk Masa Darurat

SULAWESI UTARA – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) resmi menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari ke depan menyusul banjir bandang yang menewaskan 13 orang dan melumpuhkan sejumlah wilayah.

Bupati Kepulauan Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melihat besarnya dampak yang ditimbulkan bencana di wilayah kepulauan itu.
“Penetapan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dilakukan untuk mempercepat penanganan di lapangan,” ujar Chyntia dalam surat edarannya yang disampaikan pada Selasa (06/01/2026).

Ia menjelaskan bahwa status tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari 2026 hingga 18 Januari 2026. Menurutnya, masa tersebut sangat krusial untuk proses evakuasi, pencarian korban, serta pemulihan fasilitas umum yang rusak.

“Penanganan status tanggap darurat hidrometeorologi berlangsung selama 14 hari, mulai 5 Januari sampai 18 Januari 2026,” lanjut Chyntia.

Banjir bandang dilaporkan menerjang wilayah Kepulauan Sitaro pada Senin (05/01/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Empat kecamatan tercatat mengalami dampak paling parah, yakni Kecamatan Siau Timur, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kecamatan Siau Barat, dan Kecamatan Siau Barat Selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sitaro mencatat, bencana tersebut mengakibatkan 13 orang meninggal dunia, 18 warga mengalami luka-luka, serta 3 orang lainnya masih dalam pencarian hingga saat ini.

Kepala BPBD Kepulauan Sitaro menyebut banjir bandang dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu lama.
“Curah hujan yang tinggi menjadi pemicu utama banjir bandang, sehingga aliran air membawa material dan merusak pemukiman warga,” ujarnya.

Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan akses jalan terputus, merusak fasilitas umum, serta memaksa ratusan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah daerah bersama instansi terkait masih terus melakukan penanganan darurat dan mengantisipasi potensi bencana susulan. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com