BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong pemerataan akses internet di seluruh wilayah, namun sejumlah pihak menilai program WiFi gratis masih menghadapi tantangan serius, terutama di wilayah pesisir dan kecamatan terpencil.
Hingga akhir 2025, realisasi pemasangan jaringan WiFi gratis telah mencapai 487 titik dari total target 500 titik. Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, menjelaskan 13 titik belum dapat direalisasikan karena kendala jaringan fiber optik (FO) di beberapa wilayah.
“Telkom mengembalikan 13 titik karena belum terhubung dengan kabel fiber optik. Kami kembalikan ke pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti,” jelas Didi, Senin (20/10/2025). Titik yang tertunda berada di Kecamatan Segah, Kelay, dan beberapa wilayah pesisir yang selama ini kerap menjadi blank spot digital.
Meskipun capaian tahun 2024 tercatat melebihi target dengan 1.012 titik, para pengamat menilai angka ini belum mencerminkan pemerataan akses yang merata. “Sinyal kuat di pusat kota dan fasilitas umum saja tidak cukup, warga di kampung pesisir dan pedalaman masih tertinggal,” kata salah satu pemerhati literasi digital yang enggan disebutkan namanya.
Pemkab Berau menyatakan tahun 2026 tidak lagi memprogramkan perluasan titik WiFi baru karena program serupa akan dijalankan Pemerintah Provinsi Kaltim, dengan fokus peningkatan kualitas jaringan yang ada. “Kami akan meningkatkan besaran bandwidth di masing-masing titik agar pemakaian internet semakin cepat. Semoga tidak terkendala rencana efisiensi,” terang Didi.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, menekankan bahwa ketersediaan internet sudah menjadi kebutuhan dasar, terutama untuk pendidikan, UMKM, dan layanan publik. Namun, ia juga mengakui hambatan teknis di lapangan masih ada. “Kami sadari ada hambatan teknis. Karena itu Diskominfo harus bekerja maksimal dan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga,” ujarnya.
Kritikus menilai program ini menunjukkan ambisi digitalisasi yang tinggi, tapi keberhasilan jangka panjang akan bergantung pada koordinasi lintas pemerintah, optimalisasi fasilitas yang ada, serta kesiapan masyarakat untuk memanfaatkan layanan digital. Tanpa perhatian serius terhadap wilayah tertinggal, WiFi gratis berisiko hanya menjadi simbol modernisasi, bukan solusi nyata pemerataan akses.
Meski begitu, Pemkab berharap peningkatan layanan internet dapat memperluas literasi digital, memperkuat layanan publik berbasis teknologi, dan mendukung transformasi digital di berbagai sektor. “Harapan kami, generasi muda dan pelaku usaha bisa benar-benar terbantu,” pungkas Sri Juniarsih. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan