TANJUNG SELOR – Kabupaten Bulungan terus tancap gas dalam pembangunan infrastruktur. Tahun 2025, total panjang jembatan di wilayah ini tercatat mencapai 1.891,6 meter, sebagai upaya memperkuat konektivitas antar wilayah dan mempermudah mobilitas masyarakat.
Kepala DPU-PR Bulungan, Khairul, menegaskan, pembangunan dan rehabilitasi jembatan menjadi prioritas utama daerah. “Kami fokus pada pembangunan jembatan strategis yang menghubungkan kecamatan dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Tahun ini, kami menargetkan pembangunan dan rehabilitasi sepanjang 375,42 meter,” jelasnya, Minggu (04/01/2025).
Beberapa proyek yang tengah berjalan termasuk Jembatan Tanjung Palas–Salimbatu sepanjang 30 meter dengan konstruksi girder baja, serta Jembatan Sei Antutan dan Jembatan Sei Mait masing-masing 30 meter tipe Bailey, yang menjadi solusi cepat untuk wilayah dengan akses terbatas.
Selain itu, DPU-PR juga membangun Jembatan RT 008 Desa Sajau Hilir sepanjang 60 meter, Jembatan Terindak 21 meter di Sekatak, dan Jembatan Pertanian Desa Karang Agung 20 meter berbahan kayu. “Jembatan Bailey dan kayu ini efisien untuk daerah yang sulit dijangkau,” imbuh Khairul.
Tak hanya pembangunan baru, sejumlah jembatan lama juga direhabilitasi, seperti Jembatan Jerambah Tias (86,5 meter) di Tanjung Palas Tengah dan Jembatan Kayu RT 14 Antal (97,92 meter), agar tetap aman digunakan warga.
Khairul menekankan, langkah ini bukan hanya soal konstruksi, tapi berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. “Dengan jembatan yang aman dan memadai, distribusi hasil pertanian lancar, akses ekonomi lebih mudah, dan pembangunan bisa merata hingga desa-desa terpencil,” katanya.
Pembangunan jembatan ini diharapkan juga menjadi simbol kemajuan daerah, di mana setiap proyek tidak hanya menghubungkan jalan, tapi juga membuka peluang ekonomi dan sosial bagi masyarakat Bulungan. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan