706 Pesilat Serbu Banjar, IPSI Berburu Bibit Atlet Baru

Sebanyak 706 pesilat dari Kalsel, Kalteng, dan Kaltim mengikuti Piala Bupati Banjar 2026 yang dimanfaatkan IPSI sebagai ajang menjaring bibit atlet baru sekaligus memperkuat pembinaan pencak silat.

BANJAR – Sebanyak 706 pesilat dari Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), hingga Kalimantan Timur (Kaltim) mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Terbuka Piala Bupati Banjar Cup 2026 di Aula Serbaguna Indrasari, Martapura, Kabupaten Banjar, Sabtu (08/08/2026). Kejuaraan tersebut menjadi ajang penjaringan bibit atlet baru sekaligus mengukur perkembangan pencak silat dari berbagai kelompok usia.

Kejuaraan yang digelar Pengurus Kabupaten (Pengkab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Banjar itu diikuti 399 pesilat putra dan 307 pesilat putri. Mereka bertanding dalam kategori usia dini, praremaja, remaja, dan dewasa.

Ketua Pengkab IPSI Banjar Irwan Bora mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap pencak silat sekaligus membuka peluang menemukan atlet potensial untuk dibina menuju level lebih tinggi.

“Kejuaraan hari ini diikuti 22 perguruan dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Ada juga peserta dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Antusiasme masyarakat terhadap cabang olahraga pencak silat sangat tinggi dan ini menjadi momentum untuk mencari bibit-bibit baru yang nantinya bisa membawa nama daerah masing-masing,” jelasnya.

Kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI).

Bupati Banjar Saidi Mansyur mengatakan cakupan kejuaraan tahun ini diperluas dengan melibatkan pesilat dari luar Kalsel, sebagaimana dilansir Infopublik, Sabtu, (08/08/2026).

“Melalui momentum Hari Jadi Kabupaten Banjar dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tahun ini dilaksanakan lebih luas. Tidak hanya dari Kabupaten Banjar dan Kalimantan Selatan, tetapi juga Kalimantan Tengah,” ujar Saidi.

Menurut Saidi, kompetisi tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi ruang pertemuan dan silaturahmi bagi komunitas pencak silat. Ia berharap para peserta memanfaatkan pertandingan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun mental sebagai atlet.

“Ini merupakan wadah bagi penggemar pencak silat sekaligus ajang silaturahmi bagi kita semua. Semangat anak-anak menjadi atlet yang baik, tangguh, dan bisa berprestasi, baik di daerah maupun nasional,” katanya.

Irwan berharap jumlah peserta pada penyelenggaraan berikutnya terus meningkat. Menurut dia, kebutuhan fasilitas olahraga yang mampu menampung peserta dalam jumlah besar juga menjadi perhatian seiring meningkatnya minat terhadap kejuaraan pencak silat.

Ia berharap pembangunan gedung olahraga dapat segera terealisasi sehingga penyelenggaraan kejuaraan berikutnya dapat menampung lebih banyak atlet dan perguruan.

Selain mengejar prestasi, Irwan mengingatkan seluruh pesilat untuk menjaga sportivitas dan kejujuran selama pertandingan. Menurut dia, persaingan di arena tidak boleh menghilangkan semangat persaudaraan antarpesilat.

“Saya berharap kepada seluruh atlet yang bertanding, ini adalah ajang silaturahmi. Junjung tinggi nilai sportivitas dan kejujuran. Di atas arena adalah lawan, dan di luar arena adalah saudara,” pesannya.

Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pemukulan gong oleh Saidi Mansyur didampingi Wakil Bupati (Wabup) Banjar Idrus Al Habsyi, Ketua IPSI Kalsel, Ketua Pengkab IPSI Banjar, serta sejumlah undangan. Melalui kompetisi lintas daerah tersebut, IPSI Banjar berharap semakin banyak pesilat potensial yang teridentifikasi untuk dibina sehingga mampu membawa prestasi daerah pada kompetisi tingkat regional maupun nasional. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com