GAZA – Warga Kota Gaza menghadapi peringatan mendesak dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk segera meninggalkan kota mereka, menyusul ancaman serangan militer yang lebih besar ke pusat kota terbesar di Palestina. Peringatan itu disampaikan pada Senin (08/09/2025), menandai eskalasi kekerasan yang semakin membahayakan warga sipil.
Serangan udara Israel terhadap Gaza semakin intensif sebagai bagian dari persiapan operasi militer yang disebut sebagai “penaklukan.” Langkah ini tetap berlanjut meski berbagai negara Barat dan lembaga kemanusiaan internasional telah berulang kali meminta Israel menghentikan serangan dan memperhatikan keselamatan warga sipil.
Menurut laporan Badan Pertahanan Sipil Gaza yang dikutip AFP, setidaknya 39 orang tewas dalam serangan pada hari Senin, termasuk 25 orang di Gaza. Data ini menunjukkan dampak langsung dari konflik yang terus memanas di wilayah tersebut.
Peringatan Netanyahu muncul beberapa jam setelah terjadi insiden penembakan warga sipil di Yerusalem oleh dua orang Palestina. Serangan tersebut menewaskan enam orang, menurut pernyataan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar, sekaligus menimbulkan ketegangan baru di ibu kota. Kepolisian mengonfirmasi bahwa kedua penembak tewas ditembak oleh seorang petugas keamanan dan seorang warga sipil bersenjata.
Menanggapi insiden itu, Netanyahu menegaskan, “Biar menjadi jelas: pembunuhan ini memperkuat tekad kami untuk memerangi terorisme.” Pernyataan ini menegaskan sikap tegas pemerintah Israel di tengah ketidakpastian keamanan di wilayah konflik.
Selain itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperingatkan Hamas agar menyerahkan senjata dan membebaskan sandera. “Ini peringatan terakhir bagi para pembunuh dan pemerkosa Hamas di Gaza dan di hotel-hotel mewah di luar negeri: Bebaskan para sandera dan letakkan senjata kalian atau Gaza akan dihancurkan dan kalian akan dibasmi,” tegas Katz melalui akun X.
Konflik ini menambah tekanan bagi warga Gaza yang kini menghadapi risiko tinggi akibat serangan militer yang kian masif. Peringatan Netanyahu agar warga segera mengungsi menekankan besarnya ancaman yang dihadapi masyarakat sipil, sekaligus memicu kekhawatiran internasional terhadap krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.
Kondisi di Gaza dan Yerusalem terus dipantau oleh berbagai lembaga internasional, sementara tekanan diplomatik terhadap Israel meningkat, seiring seruan agar kekerasan segera dihentikan dan warga sipil dilindungi. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan