Autopsi Jalan, Keadilan Masih Diam

JAKARTA – Kematian misterius seorang terapis wanita berinisial RTA di lahan kosong kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kembali menyingkap lemahnya sistem perlindungan terhadap pekerja perempuan di sektor spa dan pijat yang selama ini sering luput dari perhatian publik. Polisi memang tengah menyelidiki kasus ini, namun lambannya penegakan dan minimnya transparansi membuat publik bertanya-tanya: mengapa nyawa perempuan pekerja kembali melayang tanpa kejelasan?

Jasad RTA ditemukan pada Kamis dini hari, 2 Oktober 2025, oleh seorang pekerja mebel. Saksi mengaku mendengar teriakan sebelum akhirnya menemukan tubuh korban tergeletak di lahan kosong di antara gedung spa tempat korban bekerja, toko mebel, dan bangunan kosong. Polisi menemukan jejak telapak kaki korban di atas atap gedung spa menandakan kemungkinan ia jatuh dari ketinggian.

Namun, sejauh ini, aparat belum berani menyimpulkan apakah korban terjatuh karena kecelakaan, dipaksa, atau didorong. “Kalau lompat atau didorongnya kita masih melakukan penyelidikan, belum tahu juga penyebab pastinya,” kata Kanit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Citra Ayu, Senin (06/10/2025). Ia menambahkan, “Kemarin juga kan kita melakukan permohonan autopsi ya di RS Polri jadi kita belum bisa kasih kesimpulan.”

Sayangnya, meski penyelidikan sudah berjalan hampir sepekan, publik belum mendapat kejelasan apa pun selain “masih menunggu hasil autopsi”. Sementara di lapangan, isu mengenai kondisi kerja korban dan potensi kekerasan di tempat kerja justru mulai ramai dibicarakan.

Polisi telah memeriksa sejumlah rekan kerja RTA, namun mereka mengaku tidak mengetahui apa pun soal kejadian dini hari itu. “Karena kejadiannya kemungkinan antara pukul 02.30-04.00 WIB pagi. Mereka semua istirahat, jadi tidak mengetahui kejadiannya seperti apa,” kata Citra. Ia menambahkan, “Cuma dari keterangan mereka, mereka tidak ada gesekan (dengan korban)… nggak ada arah ke sana.”

Di sisi lain, fakta bahwa spa tempat korban bekerja tetap beroperasi meski lokasi kejadian berdekatan menimbulkan pertanyaan etis: apakah nyawa pekerja perempuan hanya dianggap bagian kecil dari “risiko kerja”?

Kepolisian mengaku tengah menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, tetapi hingga kini belum ada satu pun temuan yang diumumkan ke publik. “Iya betul mas, CCTV sedang dilakukan pendalaman. Jenazah sudah dibawa oleh keluarga untuk dimakamkan,” ujar Citra.

Dari hasil olah TKP, polisi menyebut jasad RTA ditemukan dalam kondisi mengenaskan. “Yang jelas ada memar, lebam, penglihatan kita saat olah TKP,” kata Citra. Ia juga menjelaskan adanya luka lecet di beberapa bagian tubuh korban, tetapi untuk luka dalam seperti patah tulang, pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari RS Polri.

Namun, dalam setiap kasus serupa, pola yang sama tampak berulang: perempuan dari sektor rentan meninggal dalam kondisi mencurigakan, sementara penanganannya berlarut-larut di antara laporan, pemeriksaan, dan janji pengusutan.

Publik kini menunggu apakah polisi mampu menyingkap tabir kematian RTA secara transparan, atau kasus ini akan kembali tenggelam seperti banyak kasus perempuan pekerja lain yang tak pernah menemukan keadilan. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com