Kebohongan Biarawati Picu Amarah Anti-Migran

KROASIA — Kasus dugaan penikaman terhadap seorang biarawati di Kroasia yang sempat memicu amarah publik dan sentimen anti-migran akhirnya berbalik arah. Penyelidikan kepolisian Kroasia menyimpulkan bahwa laporan penyerangan yang sebelumnya diklaim bermotif kebencian agama ternyata tidak sesuai fakta. Peristiwa ini pun menyoroti betapa cepatnya isu sensitif menyebar dan memicu ketegangan sosial di Eropa.

Biarawati asal Kroasia, Suster Maria Zrno, sebelumnya mengaku menjadi korban penikaman oleh seorang migran Muslim yang disebut meneriakkan kalimat keagamaan. Insiden tersebut membuat Zrno dirawat di rumah sakit di Zagreb pada akhir November dan baru diperbolehkan pulang pada 1 Desember.

Setelah keluar dari rumah sakit, Zrno melaporkan peristiwa penikaman tersebut kepada kepolisian. Dalam laporannya, ia mengklaim seorang pria tak dikenal menikamnya sembari berteriak “Allahu Akbar” dan menuding serangan tersebut didorong oleh kebencian agama, sebagaimana dikutip media Turkiye Today pada Selasa (16/12/2025).

Pernyataan itu dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi keras publik Kroasia. Gelombang kemarahan muncul, disertai seruan deportasi massal migran Muslim dari negara tersebut. Sejumlah politikus konservatif bahkan ikut angkat suara dan menyebut insiden itu sebagai ancaman terhadap nilai-nilai Kroasia.

Namun, di tengah tekanan opini publik, kepolisian Kroasia melakukan penyelidikan mendalam. Aparat mewawancarai saksi, mengumpulkan bukti fisik, serta menelusuri asal-usul senjata tajam yang digunakan dalam peristiwa tersebut. Hasil penyelidikan justru mengungkap fakta yang berlawanan dengan laporan awal.

Penyidik menemukan bahwa pisau yang menyebabkan luka pada Zrno ditelusuri berasal dari sebuah toko di Zagreb. Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa pisau tersebut dibeli sendiri oleh Zrno sebelum insiden terjadi. Temuan ini menjadi titik balik penyelidikan dan memunculkan dugaan kuat adanya rekayasa.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan, kepolisian menyimpulkan bahwa keterangan yang diberikan Zrno tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Direktorat Kepolisian Zagreb menegaskan tidak ditemukan bukti keberadaan pelaku asing maupun indikasi serangan bermotif agama.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, polisi menyatakan bahwa Zrno menikam dirinya sendiri dan laporan yang disampaikan merupakan laporan palsu. Pihak berwenang pun berencana mengajukan tuntutan pidana terhadap Zrno atas dugaan memberikan keterangan palsu terkait tindak kejahatan.

Kasus ini menjadi sorotan luas di tengah meningkatnya perdebatan mengenai imigrasi di Eropa. Peristiwa tersebut menunjukkan bagaimana narasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat memicu ketegangan sosial, memperdalam polarisasi, dan berdampak luas terhadap kelompok tertentu. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com