KAPUAS HULU — Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu mulai menggeber langkah pengendalian harga menjelang momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Salah satu strategi yang ditempuh adalah menggelar Gerakan Operasi Pasar Murah (OPM) Bersubsidi di sejumlah kecamatan yang dinilai rawan lonjakan harga bahan pokok.
Program tersebut digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Perdagangan Kabupaten Kapuas Hulu bekerja sama dengan Bulog Putussibau. Total 11 kecamatan menjadi sasaran distribusi, dengan ribuan paket sembako disiapkan untuk masyarakat.
Pelaksana Tugas Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kapuas Hulu, Muhammad Kamiel, menyebutkan bahwa secara keseluruhan terdapat 7.800 paket sembako yang akan disalurkan dalam OPM bersubsidi tersebut.
“7.800 paket tersebut kecamatan Mentebah, Empanang, Puring Kencana, Bunut Hulu, Boyan Tanjung, Embaloh Hulu, Jongkong, Batang Lupar dan kecamatan Badau mendapatkan masing-masing 600 paket sembako, sedangkan kecamatan Putussibau Utara dan Putussibau Selatan mendapatkan masing-masing 1.200 paket sembako,” katanya, Senin (22/12/2025).
Setiap paket sembako berisi kebutuhan pokok utama berupa beras premium 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, tepung terigu 2 kilogram, serta dua bungkus mentega. Seluruh paket tersebut dijual dengan harga Rp110.000 per paket, jauh di bawah harga pasar.
Kamiel menegaskan, pelaksanaan OPM Bersubsidi bukan sekadar agenda rutin akhir tahun, melainkan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“OPM Bersubsidi merupakan salah satu upaya pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu untuk mengendalikan laju inflasi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang pergantian tahun. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan