BALIKPAPAN— Pemerintah Kota Balikpapan memaparkan capaian pembangunan sepanjang tahun 2025 dalam kegiatan Silaturahmi Ketua RT, Ketua LKS, dan Ketua LPM se-Kota Balikpapan yang digelar di BSCC Dome, Jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan, Senin (22/12/2025).
Paparan disampaikan langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama Wakil Wali Kota Bagus Susetyo. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud, unsur Forkopimda Kota Balikpapan, anggota DPRD Kota Balikpapan, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur daerah pemilihan Balikpapan, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Balikpapan.
Dalam expose akhir tahun tersebut, Pemkot Balikpapan menegaskan komitmennya dalam menjalankan sembilan program prioritas pembangunan yang mencakup transformasi birokrasi, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, penanganan stunting, pengendalian banjir, hingga penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, seluruh program pembangunan yang dijalankan sepanjang 2025 diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan yang kita lakukan tidak semata-mata soal fisik, tetapi bagaimana kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga pengendalian banjir,” ujar Rahmad.
Pada bidang transformasi birokrasi, Pemkot Balikpapan mencatat sejumlah terobosan, antara lain penguatan Mal Pelayanan Publik, inovasi layanan administrasi kependudukan, serta penerapan sistem merit ASN melalui Computer Assisted Competency Test (CACT). Selain itu, Pemkot juga menyediakan 362 titik wifi gratis yang tersebar di seluruh kecamatan. Kota Balikpapan tercatat meraih nilai tertinggi Survei Penilaian Integritas (SPI) se-Kalimantan Timur dengan skor 77,43.
Di sektor kesehatan, cakupan Universal Health Coverage (UHC) Kota Balikpapan telah mencapai 98,76 persen. Sepanjang 2025, Pemkot mengalokasikan anggaran sebesar Rp 99,6 miliar untuk menjamin kepesertaan BPJS Kesehatan kelas III bagi masyarakat. Pembangunan Puskesmas Gunung Bahagia dan Puskesmas Sepinggan Baru turut memperkuat layanan kesehatan dasar yang inklusif dan ramah anak.
“Tidak boleh ada warga Balikpapan yang terkendala mendapatkan layanan kesehatan hanya karena persoalan biaya. Itulah komitmen kami,” kata Rahmad.
Sementara di bidang pendidikan, Pemkot Balikpapan melanjutkan pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas di tingkat SD dan SMP, serta pembangunan sekolah baru di Balikpapan Timur. Program seragam sekolah gratis bagi peserta didik PAUD, SD, dan SMP tetap dilaksanakan, disertai penyaluran beasiswa bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Upaya penanganan stunting dilakukan melalui Gerakan Gempur Stunting berbasis komunitas. Dari lebih dari 34.000 balita yang tercatat, sekitar 90,76 persen telah dipantau pertumbuhan dan perkembangannya. Pemkot juga menyalurkan paket protein kepada keluarga berisiko stunting serta meningkatkan kapasitas kader posyandu di seluruh kelurahan.
Rahmad menegaskan, penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama Pemkot Balikpapan. “Ini adalah investasi jangka panjang. Kita ingin memastikan anak-anak Balikpapan tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Pada sektor pengendalian banjir, Pemkot Balikpapan melakukan normalisasi saluran primer, sekunder, dan tersier di sejumlah titik rawan, termasuk kawasan Ampal Hulu dan Balikpapan Baru. Pembangunan Bendali Ampal Hulu diproyeksikan mampu menahan hingga 200.000 meter kubik air untuk mengurangi potensi genangan di kawasan seluas sekitar 400.000 meter persegi.
Untuk penyediaan air bersih, Pemkot Balikpapan bekerja sama dengan Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta pihak swasta. Sejumlah proyek peningkatan jaringan SPAM, aktivasi sumur, serta peremajaan pipa transmisi dan distribusi berhasil menambah layanan sambungan rumah bagi masyarakat.
Di bidang lingkungan hidup dan sosial, Pemkot Balikpapan menangani kawasan kumuh, memperbaiki rumah tidak layak huni, serta memperkuat pengelolaan persampahan melalui pembangunan TPS dan TPST. Perlindungan sosial juga diperluas melalui pemberian jaminan ketenagakerjaan bagi lebih dari 7.000 pekerja rentan.
Sementara itu, sektor pariwisata, MICE, dan ekonomi kreatif terus didorong melalui penyelenggaraan berbagai event berskala regional dan nasional, seperti Balikpapan Fest, HUT Dekranas, hingga Pekan Kebudayaan Daerah. Kampung Wisata Pringgondani berhasil meraih predikat Terbaik I Desa Wisata tingkat Provinsi Kalimantan Timur dan Juara Harapan IV tingkat nasional.
“Atas capaian ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi. Tantangan ke depan tidak ringan, tetapi dengan kolaborasi, Balikpapan akan terus bergerak maju,” kata Rahmad.
Sepanjang 2025, Kota Balikpapan meraih 26 penghargaan, terdiri dari 14 penghargaan tingkat provinsi, 9 tingkat nasional, dan 3 tingkat regional. Pemkot Balikpapan menegaskan akan terus memperkuat inovasi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan pembangunan tahun 2026, termasuk tekanan fiskal dan dampak perubahan iklim.
Penulis Irwanto.s
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan