Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Pesisir Ketapang

KETAPANG – Penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas di kawasan pesisir Pantai Pak Udin, Perairan Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mengundang perhatian serius aparat dan memicu kekhawatiran warga setempat. Lokasi penemuan yang cukup terpencil membuat peristiwa ini semakin menimbulkan tanda tanya mengenai asal-usul korban dan penyebab kematiannya.

Pantai Pak Udin berada sekitar 75 hingga 80 kilometer dari pusat Kota Ketapang. Akses menuju lokasi relatif terbatas dan memerlukan perjalanan darat menggunakan sepeda motor dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Kondisi geografis ini kerap menyulitkan pemantauan rutin, sehingga setiap kejadian tak biasa di kawasan tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan mayat itu pertama kali dilaporkan warga kepada aparat kepolisian pada Selasa (23/12/2025) sore. Komandan KP VI-10.16 Wilayah Kendawangan, Aipda Kamaruddin, menjelaskan bahwa laporan masuk pada pukul 16.31 WIB dan langsung ditindaklanjuti oleh personel Polairud Kendawangan.

“Pada hari Selasa tanggal 23 Desember 2025 sekitar pukul 16.31 WIB, personel Polairud Kendawangan mendapatkan informasi dari masyarakat adanya penemuan mayat seorang laki-laki tanpa identitas di Pantai Pak Udin Perairan Sungai Tengar,” jelas Aipda Kamaruddin.

Saat ditemukan, kondisi korban memprihatinkan. Ia tidak membawa identitas diri dan tidak mengenakan pakaian. Hal tersebut menyulitkan proses identifikasi awal dan membuka berbagai kemungkinan terkait latar belakang korban maupun peristiwa yang dialaminya sebelum meninggal dunia.

Setelah menerima laporan, aparat segera melakukan evakuasi jenazah dari lokasi penemuan. Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan ambulans menuju fasilitas kesehatan terdekat guna pemeriksaan medis lebih lanjut.

“Korban langsung dibawa ke Puskesmas Kendawangan dengan menggunakan ambulans untuk dilakukan visum,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan awal dari tenaga medis menunjukkan bahwa korban diduga telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan. Kondisi ini mengindikasikan jenazah kemungkinan telah terombang-ambing di perairan sebelum akhirnya terdampar di pantai.

“Korban diperkirakan sudah meninggal dunia kurang lebih empat sampai lima hari,” jelas Aipda Kamaruddin.

Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui. Kasus penemuan mayat tanpa identitas tersebut telah dilaporkan dan dikoordinasikan dengan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Barat untuk penanganan lanjutan. Aparat berharap masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi relevan dapat segera melapor guna membantu proses identifikasi dan pengungkapan kasus ini. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com