LONDON – Nama Bonnie Blue kembali mencuat di ruang publik internasional setelah beredar luas rekaman video yang memperlihatkan dirinya diamankan aparat kepolisian Inggris pada Rabu, 24 Desember 2025. Perempuan asal Inggris yang dikenal sebagai bintang film dewasa itu sebelumnya sempat menjadi perhatian besar warganet Indonesia akibat kontroversi yang melibatkan simbol negara Merah Putih.
Video penangkapan tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memicu lonjakan perbincangan, terutama di Indonesia. Banyak warganet mengaitkan peristiwa itu dengan kontroversi lama yang pernah menempatkan Bonnie Blue dalam pusaran kritik tajam, meskipun belum ada penjelasan resmi mengenai alasan penangkapannya.
Respons publik di dunia maya menunjukkan polarisasi yang kuat. Sebagian warganet memandang peristiwa tersebut sebagai konsekuensi dari rangkaian kontroversi yang selama ini melekat pada sosok Bonnie Blue. Mereka menilai kejadian itu sebagai pengingat bahwa figur publik, terutama yang aktif di ruang digital global, tidak terlepas dari sorotan dan penilaian publik lintas negara.
Di sisi lain, tidak sedikit pula yang memilih bersikap lebih hati-hati. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan konteks dan waktu kejadian, bahkan menyebut kemungkinan bahwa rekaman tersebut bukan peristiwa baru yang kembali diangkat untuk tujuan sensasi. Ada pula pihak yang menilai bahwa penangkapan tersebut tidak seharusnya selalu dikaitkan dengan kontroversi masa lalu, terutama yang terjadi di negara berbeda dengan yurisdiksi hukum yang berlainan.
Perdebatan di kolom komentar pun berlangsung sengit. Sebagian warganet memuji aparat kepolisian Inggris yang dinilai bertindak profesional, sementara lainnya mengingatkan pentingnya asas praduga tak bersalah hingga ada keterangan resmi dari otoritas berwenang. Perbedaan sudut pandang ini mencerminkan bagaimana satu peristiwa dapat ditafsirkan beragam di era media sosial yang serba cepat.
Hingga saat ini, pihak kepolisian Inggris belum merilis pernyataan resmi terkait status hukum maupun latar belakang penangkapan Bonnie Blue. Ketiadaan informasi ini membuat spekulasi berkembang luas, sekaligus memperlihatkan betapa kuatnya daya ingat publik digital terhadap kontroversi masa lalu.
Kasus ini kembali menegaskan bahwa tindakan figur publik di satu negara dapat berdampak panjang secara global, terutama jika menyentuh isu sensitif seperti simbol negara. Di tengah derasnya arus informasi, publik diingatkan untuk tetap kritis, menunggu klarifikasi resmi, serta memisahkan fakta hukum dari opini emosional di ruang digital. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan