TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau kembali menunjukkan fokus kebijakannya pada perlindungan kelompok rentan melalui penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako gratis bagi masyarakat pra sejahtera. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial dan daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Berau Sri Juniarsih kepada perwakilan keluarga penerima manfaat (KPM). Secara keseluruhan, bantuan menyasar 4.517 KPM yang tersebar di 100 kampung dan 10 kelurahan pada 13 kecamatan di wilayah Kabupaten Berau. Pemerintah daerah menegaskan bahwa distribusi dilakukan berdasarkan data dan kriteria yang telah ditetapkan agar bantuan tepat sasaran.
Bupati Berau Sri Juniarsih menyampaikan bahwa kebijakan ini dilandasi oleh kenyataan masih adanya sebagian masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Menurutnya, kehadiran pemerintah harus dirasakan langsung oleh warga yang paling membutuhkan, terutama dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan.
“Bantuan sembako ini kami siapkan untuk membantu meringankan beban masyarakat pra sejahtera. Pemerintah daerah berupaya memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi, terutama di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat,” ujar Sri Juniarsih, Jumat (26/12/2025).
Jenis bantuan yang disalurkan meliputi beras sebanyak 45.170 kilogram, gula pasir 4.517 kilogram, serta minyak goreng sebanyak 9.034 liter. Total bantuan tersebut mencapai 58.721 ton dan diharapkan mampu menopang kebutuhan pangan keluarga penerima dalam jangka waktu tertentu.
Pendanaan program ini bersumber dari pergeseran anggaran kegiatan Hari Jadi Berau 2025. Pergeseran anggaran dilakukan setelah adanya instruksi Menteri Dalam Negeri yang membatasi kegiatan keramaian pada periode Agustus hingga September, sehingga dana dialihkan untuk program sosial yang dinilai lebih berdampak langsung bagi masyarakat.
Sri Juniarsih menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi alasan pemerintah daerah memprioritaskan kelompok pra sejahtera. “Jika bantuan diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat, anggarannya bisa mencapai sekitar Rp9 miliar. Sementara kemampuan keuangan daerah terbatas, sehingga kami memfokuskan bantuan kepada sekitar 4 ribu warga pra sejahtera. Bagi masyarakat lainnya, tetap disiapkan program sembako murah,” jelasnya.
Meski menghadapi penyesuaian anggaran pada tahun mendatang, Pemkab Berau menegaskan bahwa alokasi bantuan sosial tetap menjadi prioritas. Selain sembako, pemerintah daerah juga menjalankan berbagai program sosial lainnya, seperti bantuan langsung tunai bagi lansia, anak yatim piatu, serta bantuan bagi penyandang disabilitas.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, menegaskan bahwa bantuan sembako gratis ini tidak dimaksudkan untuk menciptakan ketergantungan, melainkan sebagai dorongan awal agar masyarakat dapat bangkit secara mandiri. “Kami berharap ada proses graduasi, sehingga masyarakat yang saat ini masuk kategori miskin ke depan bisa lebih sejahtera,” ujarnya.
Penyaluran bantuan melibatkan Dinas Sosial, Diskoperindag, dan Dinas Pangan, serta bekerja sama dengan Bulog dan PT Pos Indonesia. Total anggaran yang digunakan dalam program ini mencapai Rp1,5 miliar. Iswahyudi menambahkan, keterlambatan distribusi disebabkan proses pemenuhan kebutuhan pokok yang memerlukan waktu. “Itulah sebabnya penyaluran baru bisa dilakukan menjelang akhir tahun,” pungkasnya. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan