PMK Tarakan Wanti-Wanti Bahaya Api dan Listrik Akhir Tahun

TARAKAN – Ancaman kebakaran menjadi perhatian serius menjelang pergantian Tahun Baru 2026. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Kota Tarakan menyatakan status siaga penuh guna mengantisipasi potensi kebakaran yang kerap meningkat pada akhir tahun.

Langkah antisipasi ini dilakukan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan penggunaan api, listrik, dan gas rumah tangga. Jajaran Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dipastikan tetap bersiaga tanpa batas waktu demi menjaga keselamatan warga.

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan PMK Tarakan, Irwan, S.E., menegaskan pihaknya secara rutin menyampaikan imbauan pencegahan kebakaran kepada masyarakat. Imbauan tersebut meliputi larangan membakar sampah di dekat bangunan, kehati-hatian terhadap instalasi listrik, penggunaan tabung LPG secara aman, hingga tidak membuang puntung rokok sembarangan. “Beberapa himbauan telah dan selalu kami sampaikan,” ungkapnya, Sabtu (27/12/2025).

Meski perayaan Tahun Baru tidak digelar secara besar-besaran, PMK Tarakan tetap menyiagakan seluruh personel. Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat memicu kebakaran. “Terkait dengan personil yang siaga ya kami walaupun tidak ada hari besar seperti Natal dan tahun baru sekalipun kami selalu siaga,” terangnya.

Selain menyiapkan personel, PMK Tarakan juga akan menggelar patroli rutin bersama Satpol PP. Patroli dilakukan menggunakan mobil patroli keliling untuk memantau lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kebakaran, termasuk area aktivitas memasak dan pembakaran makanan. “Nanti ada rencana dari pimpinan bersama Satpol PP untuk patroli rutin,” ujarnya.

Irwan juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam penggunaan peralatan dapur, khususnya kompor. Ia menekankan pentingnya memastikan kompor dalam kondisi mati sebelum ditinggalkan. “Pastikan kompor benar-benar off sebelum ditinggal,” imbaunya.

Tak hanya itu, penggunaan peralatan listrik rumah tangga juga menjadi sorotan. Menurut Irwan, kebiasaan membiarkan AC dan kipas angin menyala tanpa pengawasan berpotensi memicu korsleting listrik. “AC dan kipas angin sering dibiarkan menyala 24 jam, ini harus dikontrol,” imbuhnya.

Risiko kebakaran juga bisa muncul dari pengisian daya ponsel yang tidak diawasi. Irwan mengingatkan masyarakat untuk tidak meninggalkan ponsel saat dicas serta mencabut kabel dari stop kontak setelah selesai digunakan. “Mengecas HP jangan ditinggal dan kabel harus dilepas dari stop kontak,” lanjutnya.

Bagi warga yang akan bepergian atau meninggalkan rumah dalam waktu lama, PMK Tarakan mengimbau agar memastikan kondisi rumah benar-benar aman, mulai dari mematikan aliran gas dan listrik hingga mengunci pintu dan jendela. “Pastikan rumah aman sebelum ditinggal,” ujarnya.

Apabila terjadi kebakaran, PMK Tarakan meminta masyarakat untuk segera melaporkan kejadian tersebut, sekecil apa pun, melalui layanan darurat yang tersedia. “Jika ada kebakaran sekecil apa pun, segera hubungi call center 112 atau 21113. Bisa juga langsung menghubungi melalui WhatsApp jika ada kenalan anggota PMK,” tutupnya. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com