Lansia di Bontang Diterkam Buaya Saat Pulang Berkebun

BONTANG – Teror buaya kembali menghantui warga Kota Bontang. Kali ini, seekor buaya menerkam seorang pria lanjut usia di kawasan permukiman padat penduduk, tepatnya di Perumahan Bumi Sekatup Damai (BSD), Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Jumat (26/12/2025). Insiden ini memicu kepanikan warga karena terjadi di area yang selama ini kerap dilalui masyarakat.

Korban diketahui bernama Suardi (74), seorang warga setempat yang sehari-hari berkebun di sekitar sungai. Peristiwa bermula saat korban hendak pulang dan menyeberangi jembatan arit. Nahas, alat berkebun miliknya terjatuh ke sungai, membuat korban kehilangan keseimbangan hingga tercebur ke aliran air.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang Usman melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Ismail menjelaskan, korban sempat berusaha mengambil arit yang jatuh. Namun, situasi berubah mencekam ketika dari dalam air muncul seekor buaya yang langsung menyambar tubuh korban.

Saat diterkam, Suardi berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut didengar oleh anak korban dan sejumlah warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Warga pun segera mendatangi lokasi, yang membuat buaya tersebut akhirnya melepaskan gigitannya dan kembali ke sungai.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius. Tangan korban dilaporkan patah, sementara jari tangan dan kaki mengalami luka akibat gigitan buaya. Kondisi korban cukup mengkhawatirkan sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan. “Korban langsung dirujuk ke Samarinda untuk alami pengobatan lebih lanjut. Dia diterkam karena mau ambil aritnya terjatuh ke sungai,” ucap Ismail.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus konflik manusia dan buaya di wilayah Bontang. Meski demikian, BPBD memastikan lokasi kejadian di Perumahan BSD merupakan titik baru yang sebelumnya tidak pernah tercatat sebagai area rawan serangan buaya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Bontang akan segera melakukan upaya mitigasi guna mencegah kejadian serupa terulang. Salah satunya dengan memasang papan peringatan larangan beraktivitas di sekitar sungai, khususnya larangan terjun atau beraktivitas terlalu dekat dengan aliran air. “Tambah lagi lokasi mitigasi nanti kami pasang plang juga,” pungkasnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan menghindari aktivitas berisiko di sekitar sungai, terutama saat kondisi air pasang atau menjelang malam hari. Kehadiran buaya di kawasan permukiman menjadi peringatan serius bahwa kewaspadaan warga harus ditingkatkan demi keselamatan bersama. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com