Minim Tong Sampah, Taman Layak Anak Jadi Kumuh

KUTAI BARAT – Wajah ruang publik ramah anak di Kabupaten Kutai Barat kembali menuai sorotan. Taman Layak Anak yang berada di depan Alun-Alun Itho, Sendawar, dinilai belum sepenuhnya mencerminkan lingkungan bermain yang bersih dan sehat. Persoalan utama yang dikeluhkan pengunjung adalah minimnya fasilitas tempat sampah, sehingga sampah kerap berserakan, terutama saat akhir pekan dan hari libur.

Kondisi tersebut memicu keprihatinan sejumlah pengunjung yang datang bersama keluarga. Aktivitas masyarakat yang membawa makanan dan minuman ke area taman tidak diimbangi dengan ketersediaan sarana kebersihan yang memadai. Akibatnya, sisa makanan dan sampah plastik tampak di beberapa sudut taman.

Fitra, salah seorang pengunjung yang memanfaatkan taman tersebut untuk mengisi waktu libur bersama anaknya, menilai kondisi itu sangat disayangkan. Menurutnya, taman yang menyandang predikat layak anak seharusnya memberi rasa nyaman, aman, dan bersih bagi pengunjung.

“Ini kan taman layak anak, tempat orang tua bawa anak bermain. Banyak yang datang sambil membawa makanan, tapi tong sampahnya hampir tidak ada. Akhirnya sampah berserakan dan mengganggu pemandangan,” kata Fitra, Jumat (26/12/2025).

Ia mengungkapkan, saat berada di lokasi, dirinya melihat langsung sejumlah sampah plastik dan sisa makanan tergeletak di area taman. Kondisi ini dinilai tidak mencerminkan ruang bermain yang sehat dan berpotensi memberi contoh buruk bagi anak-anak.

Fitra berharap pengelola taman dapat segera melakukan pembenahan, khususnya dengan menambah fasilitas tempat sampah di titik-titik strategis. Menurutnya, ketersediaan sarana pendukung akan mendorong pengunjung lebih tertib dalam menjaga kebersihan. “Kalau tempat sampahnya tersedia, orang juga pasti lebih tertib. Apalagi ini tempat anak-anak, masa iya kotor begini,” katanya.

Selain menyoroti peran pengelola, Fitra juga menekankan pentingnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan fasilitas umum. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab merawat taman bukan hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga masyarakat yang memanfaatkannya. “Harapannya sih pengunjung juga sadar. Kalau bisa jangan buang sembarangan. Kalau tidak ada tempat sampah, ya disimpan dulu atau dibawa pulang,” ucapnya.

Selama ini, Taman Layak Anak di depan Alun-Alun Itho dikenal sebagai salah satu ruang publik favorit warga Kutai Barat, khususnya keluarga yang ingin menghabiskan waktu bersama anak-anak. Oleh karena itu, sinergi antara pengelola dan pengunjung dinilai krusial agar taman tersebut benar-benar layak, bersih, dan nyaman sebagai ruang bermain ramah anak. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com