KARAWANG – Kecelakaan fatal kembali terjadi di ruas Tol Jakarta–Cikampek dan menambah daftar panjang insiden lalu lintas di jalur padat tersebut. Peristiwa maut itu berlangsung di KM 68 wilayah Dawuan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu (27/12/2025). Seorang pengemudi truk pengangkut pakan ayam dilaporkan meninggal dunia setelah kendaraannya menabrak bagian belakang truk trailer yang melaju di jalur yang sama.
Insiden tersebut melibatkan truk pakan ayam dengan nomor polisi B 9844 JYU dan sebuah truk trailer bernomor L 8027 UD. Keduanya diketahui bergerak dari arah Jakarta menuju Cikampek. Berdasarkan keterangan di lokasi, tabrakan terjadi secara tiba-tiba dan mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan truk pakan ayam.
Benturan keras membuat kabin truk pakan ayam ringsek hingga menyulitkan proses evakuasi. Bahkan, kendaraan tersebut sempat tersangkut di bagian belakang trailer dan terseret cukup jauh, diperkirakan hampir 100 meter, sebelum kedua kendaraan akhirnya berhenti. Kondisi ini menyebabkan pengemudi truk pakan ayam terjepit di dalam kabin dan mengalami luka fatal.
Korban diketahui bernama Arman Mahdaris (21), warga Desa Margalaksana, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat. Saat kecelakaan terjadi, korban mengemudi sendirian. Tim penyelamat yang tiba di lokasi berupaya melakukan evakuasi dengan peralatan khusus sebelum korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Sementara itu, pengemudi truk trailer yang terlibat dalam kecelakaan tersebut menyatakan tidak mengetahui adanya potensi bahaya sebelum tabrakan terjadi. Ia mengaku baru menyadari insiden tersebut setelah merasakan hentakan keras dari arah belakang dan kendaraannya terdorong cukup jauh.
Pihak kepolisian dan pengelola jalan tol segera melakukan penanganan di lokasi kejadian. Arus lalu lintas sempat mengalami perlambatan akibat proses evakuasi kendaraan dan korban. Aparat juga melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan, jarak aman, serta faktor kelelahan pengemudi.
Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan terhadap keselamatan berkendara di jalan tol, khususnya bagi kendaraan berat. Para pengamat transportasi menilai kecelakaan semacam ini kerap dipicu oleh kurangnya jarak aman, kecepatan yang tidak terkontrol, atau kondisi pengemudi yang tidak prima. Diperlukan pengawasan ketat serta kepatuhan penuh terhadap aturan lalu lintas guna mencegah jatuhnya korban jiwa di jalur strategis nasional tersebut. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan