BANJARBARU – Lonjakan arus jemaah menuju kawasan Sekumpul, Martapura, mulai terasa sejak sehari menjelang pelaksanaan kegiatan rutin Malam Senin Momen 5 Rajab. Kepadatan lalu lintas tak terhindarkan, terutama di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kota Banjarbaru, yang menjadi jalur utama pergerakan jemaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan maupun luar provinsi.
Pantauan di lapangan pada Sabtu (27/12/2025), menunjukkan arus kendaraan bergerak lambat. Ribuan jemaah tampak memadati ruas jalan sejak siang hari, dengan dominasi kendaraan roda dua. Meski demikian, sejumlah rombongan juga terlihat menggunakan mobil pribadi maupun kendaraan sewaan untuk menuju Sekumpul.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius aparat keamanan dan pemerintah daerah. Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan bersama unsur terkait membuka sejumlah posko pengamanan dan pelayanan, salah satunya di kawasan Rest Area Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, sebagai titik koordinasi dan pemantauan.
Kepala Polda Kalimantan Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan, menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat masih dalam kondisi terkendali. Menurutnya, hingga Sabtu petang, pergerakan jemaah dari luar daerah berjalan relatif tertib meski volume kendaraan meningkat signifikan.
“Berdasarkan laporan yang saya terima dari jajaran, kondisi secara keseluruhan masih aman dan dapat dikendalikan,” ujar Irjen Pol Yudha saat meninjau posko pengamanan.
Namun demikian, Kapolda juga mengungkapkan adanya laporan duka dari perjalanan jemaah. Dua orang dilaporkan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Sekumpul akibat kondisi kesehatan yang menurun.
“Ada dua jemaah yang wafat karena faktor sakit dalam perjalanan. Penanganan sudah dilakukan dan jenazah diserahkan kepada keluarga masing-masing,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, aparat kepolisian berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memperkuat layanan kesehatan. Tenaga medis disebar ke sejumlah titik keramaian jemaah, baik menggunakan ambulans maupun dengan patroli jalan kaki.
“Kami menginstruksikan agar petugas kesehatan aktif menjemput bola, terutama membantu jemaah lanjut usia atau yang mengalami kelelahan,” kata Kapolda.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan Momen 5 Rajab kini berada dalam satu garis komando terpusat. Seluruh unsur pengamanan, informasi, dan penanganan lapangan dikendalikan langsung oleh Kapolda Kalsel.
“Pengamanan sekarang tidak terpisah-pisah. Semua dikendalikan dalam satu sistem agar koordinasi lebih cepat dan efektif,” ujar Muhidin.
Ia menambahkan, persiapan telah dilakukan melalui rapat lintas instansi bersama Forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya. Pemerintah daerah berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, hingga jemaah kembali ke daerah masing-masing. []
Admin04
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan