Pergi Cari Ikan, Rayadi Tak Pernah Pulang

MEMPAWAH – Harapan keluarga untuk menemukan Rayadi (50), seorang nelayan tradisional asal Desa Sungai Bundung Laut, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, dalam kondisi selamat akhirnya pupus. Setelah dilaporkan hilang saat mencari ikan di kawasan pesisir, korban ditemukan meninggal dunia di tepian pantai pada Minggu (28/12/2025) pagi.

Jenazah Rayadi ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB di bibir pantai Desa Sungai Bundung Laut, tidak jauh dari lokasi korban biasa mencari ikan dengan metode menyungkur atau berjalan kaki di pinggir laut. Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat yang kemudian segera melaporkannya kepada aparat desa dan kepolisian.

Rayadi diketahui merupakan warga Dusun Tujuh Ratus RT 009/RW 003, Desa Sungai Bundung Laut. Sebelumnya, korban dilaporkan tidak kembali ke rumah setelah pergi melaut dengan cara tradisional, menyusuri perairan dangkal saat air surut. Kabar hilangnya korban sempat memicu pencarian oleh keluarga dan warga sekitar.

Kapolres Mempawah AKBP Jonathan David Harianthono melalui Kapolsek Sungai Kunyit, Iptu Lodrick Taliak Hungan, membenarkan penemuan jenazah nelayan tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dan langsung dilakukan pemeriksaan awal di lokasi.

“Korban memang sempat dilaporkan tidak pulang. Pagi tadi ditemukan di tepian pantai oleh warga, kemudian kami langsung turun ke lokasi untuk memastikan identitas dan kondisi korban,” ujar Iptu Lodrick.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan awal, korban meninggal dunia akibat faktor kelelahan atau kondisi alam saat berada di perairan. Namun demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab kematian. Namun, tidak ada indikasi tindak pidana. Dugaan sementara korban kelelahan atau mengalami gangguan kesehatan saat berada di pantai,” katanya.

Jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Suasana duka menyelimuti rumah korban, mengingat Rayadi dikenal sebagai nelayan yang menggantungkan hidupnya sepenuhnya dari hasil laut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi nelayan tradisional, khususnya mereka yang mencari ikan secara manual di kawasan pesisir. Faktor cuaca, kondisi fisik, serta keterbatasan alat keselamatan kerap menjadi ancaman serius bagi keselamatan mereka.

Pihak kepolisian mengimbau warga, terutama nelayan, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di laut dan memperhatikan kondisi kesehatan serta situasi alam demi menghindari kejadian serupa terulang kembali. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com