Gambar ilustrasi

Kecelakaan di Perjalanan, Jamaah Haul Dilarikan ke Posko Medis

BANJARBARU – Perjalanan spiritual menuju peringatan Haul Guru Sekumpul di Martapura, Kabupaten Banjar, berubah menjadi peristiwa yang tak terduga bagi seorang jamaah asal Samarinda, Kalimantan Timur. Nabila Putri harus mendapatkan penanganan medis lanjutan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas bersama ibunya, Sri Yulianti, dalam perjalanan menuju lokasi haul, Minggu (28/12/2025).

Setelah kecelakaan tersebut, Nabila dan ibunya sempat mencari tempat beristirahat sekaligus pertolongan awal di SDN 1 Sungai Ulin, Banjarbaru, yang difungsikan sebagai lokasi penginapan sementara bagi jamaah haul. Meski tidak terdaftar sebagai jamaah yang menginap di sekolah tersebut, pihak pengelola tetap memberikan bantuan kemanusiaan.

Kepala Sekolah SDN 1 Sungai Ulin, Agus Suprianto, mengatakan bahwa kedua korban datang dalam kondisi memerlukan pertolongan. “Mereka memang bukan jamaah yang tercatat menginap di sini. Namun, karena datang dalam keadaan terluka, tentu kami tidak mungkin menolak,” ujarnya.

Menurut Agus, Nabila mengalami cedera pada bagian kaki serta pembengkakan di area wajah dekat mata. Sementara sang ibu juga mengalami beberapa luka akibat kecelakaan. Beruntung, saat itu terdapat tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Banjarbaru yang tengah berada di lokasi dan langsung memberikan penanganan awal.

“Korban tiba di sini pada Sabtu kemarin. Saat itu langsung ditangani oleh tenaga medis. Pagi harinya kami sempat memantau ulang, kondisinya terlihat membaik dan pembengkakan mulai berkurang,” katanya.

Namun, kondisi Nabila kembali memburuk pada Minggu sore sekitar pukul 15.30 WITA. Ia mengeluhkan nyeri hebat hingga kesulitan untuk duduk dan beraktivitas secara normal. Melihat kondisi tersebut, relawan kesehatan yang berjaga segera mengambil langkah lanjutan.

Koordinator relawan tenaga kesehatan, Hafiluddin, menyebut evakuasi dilakukan demi memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap. “Kami melihat kondisinya menurun, sehingga diputuskan untuk dirujuk ke posko utama layanan kesehatan agar diperiksa langsung oleh dokter,” ucapnya.

Hafiluddin menambahkan bahwa langkah cepat ini penting untuk mencegah risiko yang lebih serius. “Kami berharap setelah mendapatkan perawatan lanjutan, kondisi korban bisa segera pulih,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perjalanan jauh menuju kegiatan keagamaan juga memiliki risiko, terutama saat kondisi fisik tidak prima atau terjadi kecelakaan di perjalanan. Panitia dan relawan haul mengimbau para jamaah agar selalu mengutamakan keselamatan serta segera melapor ke posko kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan maupun saat berada di lokasi kegiatan. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com