Gambar ilustrasi

Tiga Hari Hilang, Warga Basirih Ditemukan Tewas

BANJARMASIN – Suasana pagi di kawasan Jalan Tembus Mantuil, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, mendadak berubah mencekam pada Senin (29/12/2025). Warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Martapura dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di aliran sungai tersebut.

Jenazah pertama kali terlihat oleh warga dalam posisi tertelungkup di permukaan air. Lokasi penemuan berada tepat di seberang Kubah Habib Basirih, salah satu kawasan yang cukup ramai dilalui masyarakat. Penemuan itu segera menarik perhatian warga sekitar dan memicu kerumunan di tepian sungai.

Setelah menerima laporan, aparat kepolisian dari Satuan Polairud Polresta Banjarmasin bersama tim Basarnas langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses pengangkatan jenazah dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi korban yang sudah tidak utuh.

Salah seorang relawan emergency di Banjarmasin, Alay, mengatakan kondisi jenazah saat ditemukan sudah menunjukkan tanda-tanda lama berada di dalam air. “Secara kasat mata, kondisi tubuh korban sudah mengalami pembengkakan,” ujarnya saat ditemui di Kamar Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.

Usai dievakuasi dari sungai, jenazah langsung dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pengecekan identitas yang ditemukan pada tubuh korban, diketahui pria tersebut bernama Mian (67), warga Jalan Tembus Mantuil Ulu, Kelurahan Basirih Selatan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa korban sebelumnya telah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Korban diketahui tidak pulang ke rumah selama kurang lebih tiga hari terakhir sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di sungai.

“Korban memang sempat dicari keluarga karena tidak kembali ke rumah. Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa korban sudah beberapa hari berada di sungai,” ujar salah seorang petugas di lokasi.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Pemeriksaan medis dilakukan untuk memastikan apakah korban meninggal akibat tenggelam atau terdapat faktor lain yang menyebabkan kematian. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari keluarga serta warga sekitar guna melengkapi proses penyelidikan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar lebih waspada, terutama terhadap anggota keluarga lanjut usia. Sungai Martapura yang menjadi jalur aktivitas warga sehari-hari juga menyimpan potensi bahaya apabila tidak diantisipasi dengan baik. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com