Aset Fantastis Buronan FBI Disita, Ada Motor Legenda MotoGP

LOS ANGELES – Dunia olahraga dan kejahatan internasional bertabrakan dalam kasus Ryan James Wedding. Mantan atlet seluncur salju Olimpiade yang kini masuk daftar buronan paling dicari FBI itu kembali menjadi sorotan setelah aparat menyita aset mewah senilai ratusan miliar rupiah, termasuk deretan motor balap langka yang dikaitkan dengan legenda MotoGP.

Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat bersama otoritas Meksiko, Kepolisian Los Angeles, dan Kepolisian Kerajaan Kanada mengamankan puluhan sepeda motor kelas dunia dengan nilai total diperkirakan mencapai USD 40 juta atau sekitar Rp 667 miliar. Aset tersebut diyakini merupakan milik Wedding, yang dituduh mengendalikan jaringan perdagangan narkoba lintas negara.

Foto-foto yang dirilis FBI memperlihatkan koleksi motor balap MotoGP dan Moto2, atau replika bernilai tinggi, termasuk Ducati Desmosedici yang pernah digunakan oleh Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso. Koleksi itu juga mencakup motor yang dikaitkan dengan Valentino Rossi serta Marc Marquez pada awal karier mereka.

Selain sepeda motor, otoritas Meksiko turut menyita dua kendaraan, karya seni, narkotika, serta dua medali Olimpiade yang ditemukan di empat lokasi berbeda di Mexico City. Hingga kini belum dipastikan medali tersebut berasal dari ajang atau atlet mana.

Pihak penegak hukum menilai penyitaan ini menjadi pukulan signifikan bagi jaringan kriminal Wedding. Seorang pejabat FBI menyebut aset-aset tersebut mencerminkan skala operasi yang dijalankan tersangka. “Ini bukan sekadar koleksi mewah, tetapi bukti nyata besarnya uang haram yang mengalir dari perdagangan narkoba internasional,” ujar pejabat FBI Los Angeles dalam keterangan resminya, Rabu (31/12/2025).

Wedding tercatat mewakili Kanada pada Olimpiade Musim Dingin 2002 di Salt Lake City, meski tidak meraih medali. Setelah pensiun dari olahraga, ia diduga beralih membangun jaringan narkoba global dan kini masuk daftar Sepuluh Buronan Paling Dicari FBI. Ia diyakini bersembunyi di Meksiko dengan perlindungan kartel Sinaloa.

Departemen Kehakiman AS bahkan meningkatkan hadiah informasi penangkapannya menjadi USD 15 juta atau sekitar Rp 250 miliar. Direktur FBI Kash Patel menyamakan profil kriminal Wedding dengan tokoh-tokoh besar dalam sejarah perdagangan narkoba dunia. “Skala operasinya menempatkan dia sejajar dengan gembong narkoba paling berbahaya yang pernah kita hadapi,” kata Patel.

Jaksa Agung AS Pam Bondi menegaskan bahwa organisasi yang dikendalikan Wedding diduga bertanggung jawab atas masuknya puluhan ton kokain ke Amerika Utara setiap tahun. “Ini adalah jaringan yang brutal, terorganisasi, dan sangat produktif dalam merusak masyarakat,” ujarnya.

Wedding saat ini menghadapi berbagai dakwaan serius di pengadilan federal Los Angeles, termasuk tuduhan memerintahkan pembunuhan saksi dan merekrut pembunuh bayaran untuk menyingkirkan pesaingnya. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com