BANJARMASIN – Euforia pergantian tahun nyaris berujung petaka di kawasan Jalan Veteran Gang 7 Daha, RT 9 dan RT 10, Kota Banjarmasin. Beberapa menit setelah memasuki Tahun Baru Kamis (01/01/2026) dini hari, sebuah rumah kontrakan dilaporkan hampir terbakar akibat dugaan kembang api atau petasan yang jatuh ke atap bangunan.
Percikan api dari benda yang diduga petasan tersebut memicu kepulan asap tebal dari sisi rumah kontrakan yang dihuni sejumlah karyawan. Situasi tersebut sempat memicu kepanikan warga karena dikhawatirkan api akan cepat merambat ke bangunan lain yang berdempetan.
Beruntung, kejadian itu cepat disadari warga sekitar. Sejumlah relawan pemadam kebakaran (BPK/Damkar) segera mendatangi lokasi dan melakukan penanganan awal sehingga api berhasil dicegah sebelum membesar.
Salah satu penghuni kontrakan, Arini (26), mengungkapkan bahwa dirinya sedang tertidur saat kejadian berlangsung. Ia terbangun setelah mendengar suara kembang api yang cukup ramai. Ketika keluar rumah, ia melihat banyak warga sudah berkumpul dan asap tampak keluar dari sisi bangunan. Berdasarkan informasi warga, asap tersebut diduga berasal dari kembang api atau benda sejenis yang jatuh ke atap rumah.
Keterangan serupa disampaikan Adi (43), warga yang tinggal tepat di seberang rumah kontrakan. Ia mengaku terbangun karena mendengar kegaduhan di lingkungan sekitar. Saat melihat ke luar rumah, ia hanya mendapati asap tanpa adanya kobaran api. Warga sempat berupaya mendobrak pintu rumah kontrakan karena mengira masih ada penghuni yang terjebak di dalam.
Sementara itu, An Nur (38), warga yang tinggal di belakang rumah kontrakan, menyatakan dirinya melihat langsung benda menyerupai kembang api atau mercon jatuh dari arah atas atap rumah lalu terlempar ke samping bangunan. Tak lama kemudian, asap terlihat mengepul dan membuat warga panik. Ia menyebutkan bahwa keberadaan relawan pemadam yang siaga di sekitar lokasi sangat membantu meredam situasi darurat tersebut.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa hingga peristiwa nyaris kebakaran itu terjadi, aktivitas penyalaan petasan dan kembang api masih marak di sekitar kawasan tersebut. Sedikitnya terdapat tiga titik perayaan Tahun Baru yang menggunakan petasan, mulai dari pertigaan Jalan Veteran Pasar Batuah hingga area dekat Gang 7 Daha.
Aktivitas tersebut bahkan dilakukan di tengah badan jalan tanpa memperhatikan aspek keselamatan lingkungan sekitar. Selain membahayakan permukiman warga, aksi itu juga sempat menghambat arus lalu lintas dan memicu keresahan masyarakat setempat. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan