Hilang Sejak 29 Desember, Nelayan Akhirnya Pulang

KOTABARU — Warga Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, sempat diliputi kecemasan setelah seorang nelayan dilaporkan hilang di laut selama dua hari dua malam. Nelayan tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah mendapat pertolongan dari sesama pelaut.

Peristiwa ini menimpa Taufik Hidayat (40), warga Desa Maradapan. Informasi mengenai ditemukannya korban disampaikan pihak kepolisian pada Kamis (01/01/2026), sekaligus mengakhiri kekhawatiran keluarga dan masyarakat setempat.

Kejadian bermula pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 08.00 WITA. Saat itu, Taufik berangkat seorang diri menggunakan kapal jenis balapan menuju rumpon miliknya di perairan lepas untuk memanen hasil laut. Kondisi cuaca saat keberangkatan dilaporkan masih normal.

Namun, situasi berubah drastis setibanya di lokasi rumpon. Cuaca mendadak memburuk dengan langit menggelap, angin kencang, serta gelombang tinggi yang membuat perairan menjadi berbahaya. Dalam kondisi tersebut, kembali ke daratan dinilai terlalu berisiko.

Taufik kemudian memilih bertahan di tengah laut. Ia berlindung di sekitar rumpon dan menjatuhkan jangkar sedalam mungkin agar kapalnya tidak terseret arus. Selama dua hari penuh, ia terisolasi di laut sambil menunggu cuaca membaik.

Upaya untuk kembali ke daratan terus dilakukan, namun selalu gagal. Kabar mengenai nelayan yang tak kunjung pulang pun menyebar di tengah masyarakat dan memicu kekhawatiran keluarga serta warga Kecamatan Pulau Sembilan.

Harapan muncul pada Rabu (31/12/2025) pagi ketika kondisi angin mulai mereda. Akan tetapi, kendala kembali muncul. Mesin kapal tidak dapat dihidupkan karena kehabisan bahan bakar, sehingga kapal kembali terombang-ambing di perairan sekitar Pulau Matasirih.

Pada hari yang sama, seorang nelayan bernama Ami, warga Desa Labuan Barat, melintas di jalur tersebut. Merasa curiga melihat kapal yang berhenti tidak wajar, Ami mendekat dan menemukan Taufik dalam kondisi lemas.

Ami kemudian menarik kapal Taufik menuju daratan. Proses evakuasi mandiri itu berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya keduanya tiba di Dermaga Desa Maradapan sekitar pukul 11.30 WITA, Rabu (31/12/2025).

Kedatangan Taufik disambut haru oleh keluarga dan warga yang telah menunggu sejak kabar hilangnya korban beredar. Momen tersebut menjadi penutup penuh emosi di penghujung tahun 2025.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat pesisir agar menjadikan peristiwa ini sebagai peringatan. Nelayan diminta lebih disiplin memantau prakiraan cuaca, membawa logistik dan bahan bakar cadangan, serta meningkatkan kewaspadaan saat melaut, terutama di tengah musim cuaca ekstrem. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com