TANAH LAUT— Banjir yang merendam Desa Handilnegara dan Desa Kalibesar, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanahlaut (Tala), belum juga surut hingga Jumat (02/01/2026). Bahkan, dalam dua hari terakhir, ketinggian air dilaporkan kembali meningkat dan semakin menyulitkan aktivitas warga.
Meski banjir bukan peristiwa baru bagi masyarakat setempat, kondisi kali ini dinilai lebih berat. Ratusan rumah masih tergenang, akses lingkungan terganggu, dan warga terpaksa bertahan di tengah keterbatasan.
Berdasarkan data BPBD Tanahlaut, banjir di Desa Handilnegara berdampak pada 237 rumah dengan 723 jiwa, tersebar di RT 1, 2, dan 3. Sementara di Desa Kalibesar, 241 rumah dengan 874 jiwa terdampak di RT 1 hingga RT 5.
Situasi tersebut mendorong Polres Tanahlaut bersama Bhayangkari Cabang Tala turun langsung ke lokasi terdampak pada Kamis (01/01/2026). Selain meninjau kondisi banjir, rombongan menyalurkan bantuan sembako kepada warga.
Kapolres Tanahlaut AKBP Ricky Boy Siallagan menegaskan banjir yang tak kunjung surut telah memukul kehidupan masyarakat. “Sebagian warga sudah hampir sepekan menjalani aktivitas di tengah genangan air. Bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak,” ujar Ricky saat menyerahkan bantuan.
Ia menambahkan, kehadiran aparat bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. “Polri hadir bukan sekadar menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga memastikan masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi bencana,” tegasnya.
Selain bantuan sembako, Polres Tanahlaut membuka dapur umum melalui Posko Banjir Polsek Kurau. Sebanyak 300 nasi bungkus disalurkan kepada warga setiap hari.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. “Kami terus memantau perkembangan cuaca dan mengimbau warga tetap siaga, karena potensi banjir lanjutan masih terbuka,” pungkasnya. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan