MALINAU – Kabupaten Malinau mulai tancap gas menyongsong Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Utara (Porprov Kaltara) 2026. Sebagai tuan rumah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Malinau memusatkan perhatian pada kesiapan atlet lokal hingga pembenahan venue pertandingan.
Fokus utama persiapan diarahkan pada pembinaan atlet daerah, penguatan tata kelola cabang olahraga, serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana olahraga. Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memastikan Malinau tampil optimal, bukan hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai barometer pembinaan olahraga di Kaltara.
Ketua KONI Malinau yang juga Sekretaris Daerah Malinau, Ernes Silvanus, menyebutkan bahwa waktu persiapan yang tersedia sekitar sembilan bulan harus dimanfaatkan secara maksimal. “Atlet yang akan berlaga wajib berasal dari Malinau. Ini sudah menjadi ketentuan dari KONI Provinsi, sehingga tidak diperkenankan menggunakan atlet dari luar daerah,” kata Ernes, Kamis (1/1/2026).
Menurutnya, Porprov bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan momentum evaluasi pembinaan atlet dan cabang olahraga di daerah. “Target utama kita bukan hanya juara, tetapi melihat sejauh mana pembinaan atlet lokal berjalan dan apa saja yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Untuk memperkuat kesiapan tersebut, KONI Malinau mendorong seluruh cabang olahraga meningkatkan kualitas latihan dan manajemen. Dalam waktu dekat, bimbingan teknis penguatan manajemen cabor akan digelar, mencakup sistem kepelatihan, pengelolaan atlet, hingga tata kelola keuangan organisasi. “Dengan manajemen yang rapi dan profesional, sisa waktu yang ada bisa dimanfaatkan lebih terarah,” jelas Ernes.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai membenahi sejumlah venue olahraga. Perbaikan dilakukan tidak hanya untuk memenuhi standar pertandingan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan atlet dan penonton. “Venue seperti badminton, voli, dan taekwondo akan kita benahi. Mulai dari pendingin ruangan, penataan lingkungan, hingga kualitas lapangan,” ungkapnya.
Venue badminton bahkan akan dimaksimalkan fungsinya untuk cabang olahraga lain yang belum memiliki gedung khusus, seperti sambo dan gulat. “Pemanfaatan ini sudah kami koordinasikan dan mendapat persetujuan dari KONI Kaltara,” tambah Ernes.
Terkait pendanaan, Ernes menyampaikan adanya komitmen dukungan anggaran dari KONI Kaltara. Namun mekanisme pencairannya masih menunggu kejelasan lebih lanjut. “Porprov ini bukan hanya membawa nama Malinau, tetapi juga wajah olahraga Kalimantan Utara. Karena itu, persiapannya harus dilakukan secara kolaboratif,” pungkasnya. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan