Kutai Barat Rawan Kebakaran, Warga Diminta Lebih Waspada

KUTAI BARAT — Ancaman kebakaran masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Kutai Barat. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 19 peristiwa kebakaran terjadi di wilayah tersebut, dengan dampak mencapai 126 bangunan. Mayoritas insiden dipicu oleh arus pendek listrik atau korsleting.

Data tersebut disampaikan Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kutai Barat berdasarkan hasil pendataan dan pengecekan langsung di lapangan. Meski ada pula kebakaran yang disebabkan oleh kompor gas, jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan kasus korsleting listrik.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kutai Barat, Abdul Kadir, mengungkapkan bahwa persoalan instalasi listrik masih menjadi faktor dominan dalam setiap kejadian kebakaran yang ditangani jajarannya.

“Dari total 19 kejadian sepanjang 2025, sebagian besar bersumber dari arus pendek listrik. Ini hasil evaluasi kami berdasarkan laporan dan pemeriksaan di lokasi kejadian,” ujar Abdul Kadir, Jumat (02/02/2025).

Untuk meningkatkan kecepatan respons, pihaknya terus memperkuat kesiapan personel dan peralatan. Upaya tersebut dilakukan melalui pengadaan armada pemadam kebakaran yang didistribusikan ke sejumlah kecamatan.

“Dari sisi personel dan sarana, kami dalam kondisi siap. Pada 2024 lalu kami menambah 11 unit armada, sebagian untuk kecamatan dan sebagian lagi menggantikan unit lama. Saat ini lima unit siaga di markas komando,” jelasnya.

Penguatan armada berlanjut pada 2025 dengan pengadaan 10 unit mobil pemadam tambahan. Armada tersebut direncanakan ditempatkan di kecamatan-kecamatan agar penanganan kebakaran tidak selalu menunggu bantuan dari Mako Damkar.

Kadir menjelaskan, jarak tempuh yang jauh serta kondisi infrastruktur masih menjadi tantangan utama. Banyak titik kebakaran berada di wilayah terpencil, sementara mayoritas bangunan yang terbakar merupakan rumah semi permanen yang mudah dilalap api.

“Rumah semi permanen sangat cepat terbakar, kadang satu sampai dua jam sudah habis. Sementara jarak tempuh dari Mako ke lokasi bisa memakan waktu lama. Karena itu armada perlu ditempatkan di kecamatan,” ungkapnya.

Untuk kawasan pesisir Sungai Mahakam dan anak-anak sungainya, Damkar Satpol PP Kutai Barat juga menyiapkan pompa apung guna mempercepat suplai air saat terjadi kebakaran.

“Dengan pompa apung, suplai air bisa dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu unit dari Mako,” katanya.

Selain peningkatan sarana, upaya pencegahan juga dilakukan melalui pembentukan relawan pemadam kebakaran di tingkat kecamatan yang dibekali pelatihan dan sosialisasi secara bertahap.

Abdul Kadir mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari instalasi listrik dan peralatan rumah tangga.

“Pastikan listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah, periksa kompor, dan jangan lalai terutama pada malam hari. Langkah sederhana ini sangat membantu menekan risiko kebakaran,” pungkasnya. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com