PENAJAM PASER UTARA — Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) tak hanya dipadati warga yang ingin melihat geliat pembangunan, tetapi juga berubah menjadi panggung budaya raksasa di awal 2026. Otorita IKN menghadirkan pagelaran seni dan kebudayaan Nusantara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Kamis (01/01/2026), yang langsung menyedot ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Momentum libur tahun baru dimanfaatkan Otorita IKN untuk memperkenalkan wajah lain Nusantara. Tak melulu soal beton, jalan, dan gedung pemerintahan, kawasan ini disulap menjadi ruang publik yang sarat nilai tradisi. Permainan rakyat, karnaval budaya, hingga alunan musik tradisional Kalimantan seperti sape berpadu menciptakan suasana yang hangat dan penuh nostalgia.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono tampak turun langsung menyambut masyarakat yang memadati kawasan KIPP. Di hadapan pengunjung, Basuki menegaskan komitmen Otorita IKN menjadikan Nusantara sebagai ibu kota yang inklusif dan ramah bagi publik.
Ia menyampaikan harapannya agar tahun 2026 menjadi fase penting dalam mewujudkan mimpi besar bangsa. Basuki juga mengapresiasi antusiasme masyarakat, sembari mengakui masih adanya keterbatasan dalam pelayanan awal kunjungan publik. Menurutnya, berbagai evaluasi akan dilakukan agar penyelenggaraan kegiatan serupa ke depan bisa berjalan lebih maksimal.
Tak hanya soal budaya, Basuki menegaskan kesiapan Nusantara sebagai calon ibu kota negara. Ia menuturkan bahwa seluruh infrastruktur dasar telah dipersiapkan secara matang, mulai dari pasokan listrik hingga ketersediaan air bersih. Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 yang telah diteken Presiden Prabowo Subianto, Nusantara ditargetkan resmi menjadi ibu kota negara pada 2028.
Gelombang pengunjung yang datang turut merasakan atmosfer berbeda di kawasan tersebut. Permainan tradisional yang dihadirkan seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu. Salah seorang warga, Basiruddin, mengaku tersentuh dengan konsep kegiatan yang mengangkat kembali permainan rakyat.
Ia mengenang masa kecilnya saat permainan gasing menjadi bagian dari keseharian, khususnya ketika tinggal di kawasan Kampung Dayak pada akhir 1980-an. Baginya, pengalaman itu seakan dihidupkan kembali di tengah kawasan yang kini menjadi simbol masa depan Indonesia.
Melalui pendekatan budaya dan ruang interaksi publik, Otorita IKN menegaskan arah pembangunan Nusantara tidak hanya berfokus pada kemajuan fisik, tetapi juga pada penguatan identitas, nilai kebersamaan, serta warisan budaya bangsa. Nusantara pun diproyeksikan tumbuh sebagai kota modern yang tetap berakar pada jati diri Indonesia. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan