Main Hakim Sendiri, Oknum TNI AL Terseret Kasus Kematian

JAKARTA — Kasus penganiayaan yang melibatkan oknum anggota TNI Angkatan Laut mengguncang wilayah Tapos, Kota Depok. Seorang prajurit berpangkat Sersan Dua berinisial Serda M diduga melakukan kekerasan terhadap dua warga sipil hingga menyebabkan satu korban meninggal dunia.

Dua korban diketahui berinisial WAT (24) dan DN (39). Keduanya mengalami luka berat akibat penganiayaan yang terjadi pada Jumat (2/1) dini hari. WAT dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, memaparkan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika Serda M bersama sejumlah warga mencurigai keberadaan dua orang yang datang ke lingkungan tempat tinggalnya. Kedua korban saat itu diduga hendak melakukan transaksi ilegal, sehingga memicu tindakan main hakim sendiri.

Menurut Tunggul, kecurigaan tersebut berujung pada tindakan kekerasan fisik yang dilakukan secara berlebihan. Akibatnya, kedua korban mengalami luka parah. Salah satu korban kemudian meninggal dunia setelah sempat dibawa ke RS Bhayangkara Brimob, sementara korban lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Tunggul menyampaikan bahwa TNI AL menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas insiden tersebut. Ia juga menegaskan bahwa institusinya menyesalkan terjadinya peristiwa penganiayaan yang melibatkan prajurit aktif.

Lebih lanjut, TNI AL memastikan bahwa proses hukum terhadap Serda M akan dilakukan secara terbuka dan profesional. Pihaknya berkomitmen mengawal kasus tersebut hingga tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan militer.

Saat ini, Serda M telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Polisi Militer Kodaeral III untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari sisi kepolisian, Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan penemuan dua korban penganiayaan pada Jumat (2/1) sekitar pukul 04.30 WIB. Kedua korban ditemukan berada di dalam sebuah mobil boks di wilayah hukum Polsek Cimanggis.

Setelah laporan diterima, kedua korban segera dievakuasi ke RS Brimob Kelapa Dua, Depok, untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setelah menjalani perawatan, satu korban dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya selamat dan masih dirawat.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat bersenjata negara dan berujung pada hilangnya nyawa warga sipil. Aparat penegak hukum kini mendalami peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut. []

Admin03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com