PONTIANAK – Aparat Kepolisian Sektor Pontianak Barat berhasil menggagalkan potensi bentrokan antarremaja yang nyaris pecah di wilayah hukumnya. Aksi pencegahan dilakukan pada Senin malam, (05/01/2026), sekitar pukul 22.30 WIB, setelah polisi mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan sejumlah remaja.
Pengamanan dilakukan secara terpisah di Jalan Jeranding dan kawasan Perumnas 2, Kecamatan Pontianak Barat, yang diduga menjadi titik kumpul dua kelompok remaja yang hendak terlibat tawuran.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan delapan remaja, sebagian masih berstatus pelajar, sementara lainnya diketahui sudah tidak lagi mengenyam pendidikan formal. Mereka langsung dibawa ke Polsek Pontianak Barat untuk pemeriksaan awal.
Kepala Polsek Pontianak Barat AKP Basuki Arif Wibowo, melalui Kanit Reskrim Ipda Alvon Oktobertus, mengungkapkan bahwa rencana tawuran tersebut bukan terjadi secara spontan, melainkan sudah dipersiapkan sebelumnya.
“Dari pendalaman awal, kami menemukan adanya komunikasi antarkelompok yang dilakukan melalui media sosial, khususnya Instagram. Di sana mereka menyepakati waktu dan lokasi pertemuan,” ujar Ipda Alvon saat dikonfirmasi Selasa, (06/01/2026).
Selain mengamankan para remaja, petugas juga menyita dua unit sepeda motor serta dua bilah senjata tajam jenis arit panjang yang diduga kuat akan digunakan dalam aksi kekerasan tersebut. Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolsek Pontianak Barat guna kepentingan penyelidikan lanjutan.
Ipda Alvon menegaskan bahwa pendekatan pembinaan akan menjadi langkah utama dalam penanganan kasus ini, mengingat sebagian besar yang terlibat masih berusia muda.
“Kami akan memanggil orang tua atau wali masing-masing. Mereka akan diberikan pembinaan dan diminta membuat pernyataan agar anak-anaknya tidak mengulangi perbuatan serupa,” katanya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga akan menggandeng Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Pontianak untuk memberikan pendampingan lanjutan kepada para remaja yang diamankan. “Penanganan tidak berhenti di kepolisian. Kami ingin ada pembinaan berkelanjutan agar mereka tidak kembali terjerumus ke tindakan berbahaya,” tambahnya.
Polsek Pontianak Barat turut mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari.
Polisi menilai peran keluarga dan lingkungan sangat krusial dalam mencegah aksi tawuran, yang tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat umum. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan