BERAU – Suasana tenang di Aula Gereja Katolik St. Eugenius de Mazenod, Jalan Apt Pranoto, Kelurahan Bugis, Kecamatan Tanjung Redeb, mendadak berubah mencekam. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam aula gereja, Selasa (06/01/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WITA.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar yang kemudian melaporkannya ke Polsek Tanjung Redeb. Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Korban diketahui bernama Yoseph (50), yang selama ini bekerja sebagai petugas kebersihan sekaligus pengamanan gereja. Ia ditemukan dalam kondisi terbaring tak bernyawa di dalam aula.
Kasubsipenmas Sihumas Polres Berau, IPTU M. Kasim Kahar, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya masih terlihat beristirahat.
“Informasi awal dari saksi menyebutkan korban sempat berbaring untuk beristirahat. Namun saat dicek kembali, korban sudah tidak menunjukkan respons,” jelas Kasim, Rabu (07/01/2026).
Kejadian bermula sekitar pukul 22.30 WITA, ketika seorang saksi bernama Edo, yang berada di lantai atas aula, merasa curiga lantaran melihat korban tidak bergerak meski kipas angin masih menyala. Saksi lalu mengajak rekan lainnya serta beberapa penghuni asrama untuk memastikan kondisi korban.
“Setelah didekati dan diperiksa, korban ternyata sudah tidak bernapas. Situasi itu kemudian segera dilaporkan ke pihak kepolisian,” lanjutnya.
Sekitar pukul 23.31 WITA, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Abdul Rivai menggunakan ambulans milik gereja untuk dilakukan pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan medis menyimpulkan korban meninggal dunia akibat gangguan fungsi jantung atau gagal jantung,” ungkap Kasim.
Pihak keluarga, lanjutnya, telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam berita acara resmi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Kampung Merancang, Kecamatan Gunung Tabur.
“Pihak kepolisian menghormati keputusan keluarga. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” pungkasnya. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan