PARIS – Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat (AS), yang dinilainya mulai menjauh dari para sekutunya serta melepaskan diri dari aturan internasional. Pernyataan itu disampaikan Macron dalam pidato kebijakan luar negeri di hadapan para duta besar Prancis di Istana Elysee.
Pidato tersebut disampaikan Macron pada Kamis (08/01/2026), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan kembali mencuatnya ambisi Presiden AS Donald Trump untuk menguasai Greenland.
Dalam forum diplomatik tersebut, Macron menyinggung perubahan arah kebijakan Washington yang dinilainya semakin mengkhawatirkan. Ia menilai Amerika Serikat, meski masih menjadi kekuatan besar dunia, kini tidak lagi sepenuhnya konsisten terhadap prinsip-prinsip internasional yang sebelumnya mereka promosikan.
“Amerika Serikat memang masih merupakan kekuatan mapan, namun secara bertahap terlihat berpaling dari sebagian mitranya dan mulai menjauh dari aturan internasional yang dulu mereka dorong,” ujar Macron di hadapan para diplomat.
Macron juga menyoroti kondisi lembaga-lembaga multilateral yang menurutnya semakin kehilangan efektivitas dalam menjalankan peran globalnya. “Lembaga-lembaga multilateral saat ini semakin kesulitan berfungsi secara efektif,” tambahnya.
Kritik tersebut menguat setelah operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Nicolás Maduro dan istrinya. Aksi tersebut menuai kecaman internasional karena dinilai mencederai kedaulatan negara dan merongrong hukum internasional.
Macron menilai dunia kini berada dalam fase rawan, ketika negara-negara besar terdorong untuk menggunakan kekuatan demi memperluas pengaruhnya. “Kita hidup di masa ketika kekuatan-kekuatan besar menghadapi godaan nyata untuk memecah tatanan dunia,” ucap Macron.
Ketegangan global semakin meningkat setelah Presiden Donald Trump kembali mengulang pernyataannya terkait keinginannya untuk menguasai Greenland, wilayah otonom Denmark yang memiliki posisi strategis di kawasan Arktik. Trump bahkan beberapa kali tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mewujudkan ambisi tersebut.
Pemerintah Denmark merespons keras pernyataan itu dengan memperingatkan bahwa setiap bentuk agresi terhadap Greenland dapat berujung pada runtuhnya solidaritas dalam aliansi NATO. Sejumlah negara Eropa lainnya juga menyatakan kekhawatiran atas langkah Washington yang dinilai semakin menjauh dari semangat kerja sama kolektif Barat.
Pernyataan Macron mencerminkan kegelisahan yang berkembang di Eropa terhadap arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat, yang dinilai semakin mengedepankan pendekatan unilateral dan berpotensi mengguncang tatanan global yang telah dibangun selama puluhan tahun. []
Admin03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan