gambar ilustrasi

Tersedak Jajanan, Bocah di Mempawah Tak Tertolong

MEMPAWAH – Duka menyelimuti Kelurahan Sungai Pinyuh pada Jumat sore, 9 Januari 2026. Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun, Muhammad Hafidz Alfat, meninggal dunia setelah mengalami gangguan pernapasan yang diduga dipicu tersedak makanan ringan.

Peristiwa memilukan itu terjadi di rumah korban yang berada di Gang Tanjung. Hafidz sebelumnya baru saja pulang bersama sang ibu setelah membeli jajanan. Di rumah, bocah yang dikenal ceria itu mengonsumsi minuman berbahan jelly dengan biji berukuran cukup besar.

Tak lama berselang, Hafidz mengalami kesulitan bernapas. Ia sempat meminta pertolongan kepada ibunya sebelum kondisinya memburuk. Keluarga dengan cepat membawa Hafidz ke Puskesmas Sungai Pinyuh untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, karena kondisinya terus menurun, bocah tersebut segera dirujuk ke Rumah Sakit Dr. Rubini, Mempawah. Sayangnya, upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawanya. Hafidz dinyatakan meninggal dunia akibat gangguan pernapasan.

Kabar duka tersebut dengan cepat menyebar dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga serta masyarakat sekitar. Rumah duka dipenuhi pelayat sejak malam hari hingga keesokan paginya. Tangis dan doa mengiringi kepergian bocah yang dikenal aktif, ramah, dan mudah bergaul itu.

Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, turut hadir melayat pada Sabtu pagi, (10/01/2026). Ia menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Hafidz, yang disebutnya sebagai anak yang penuh keceriaan.

“Almarhum ini anaknya periang dan mudah berbaur. Saya sering melihatnya ikut neneknya dalam berbagai kegiatan keagamaan. Kepergiannya tentu menjadi kehilangan besar bagi keluarga,” ungkap Juli dengan nada haru.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar lebih waspada terhadap jenis makanan dan jajanan yang dikonsumsi anak-anak, khususnya yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih berhati-hati. Anak-anak perlu pengawasan ekstra, terutama saat mengonsumsi makanan tertentu,” ujarnya.

Prosesi pemakaman Hafidz berlangsung penuh haru. Dengan langkah tertatih dan mata berkaca-kaca, ayah korban, Muhammad Iqbal, menggendong jasad putra tercinta menuju Tempat Pemakaman Umum Sungai Pinyuh. Isak tangis keluarga dan pelayat mengiringi kepergian bocah kecil itu ke peristirahatan terakhirnya.

Tragedi ini menjadi peringatan pahit tentang pentingnya kewaspadaan terhadap keselamatan anak, bahkan dari hal-hal sederhana yang kerap dianggap sepele. []

Admin04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com